KPK Selidiki Whoosh: Proyek Kereta Cepat yang Busuk Sejak Awal dan Diduga Mark Up Gila-gilaan!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 08:50 WIB
KPK Selidiki Whoosh: Proyek Kereta Cepat yang Busuk Sejak Awal dan Diduga Mark Up Gila-gilaan!

Proyek Kereta Cepat Whoosh Disorot: KPK Selidiki Dugaan Korupsi dan Pembengkakan Biaya

Kasus Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali mencuat. Proyek ini kini tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul pernyataan sejumlah pihak yang menyebut adanya masalah sejak awal.

Luhut Sebut Proyek Whoosh "Busuk" Sejak Awal

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi era Jokowi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui proyek Whoosh telah bermasalah sejak dia menerima tanggung jawab atasnya. Luhut menyebut kondisi proyek saat itu sudah "busuk", namun memastikan bahwa masalah utang dapat diselesaikan dengan restrukturisasi keuangan tanpa meminta anggaran APBN.

Pakar Pertanyakan Peran Budi Karya dan Tanda Tangan Kontrak

Pakar ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, mempertanyakan peran mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam proyek ini. Ichsanuddin menyinggung mengapa Budi Karya tetap menjalankan dan menandatangani kontrak proyek yang diketahui bermasalah. Pertanyaan serupa juga dilontarkan kepada tim yang terlibat dalam proses pengesahan kontrak.

Whoosh Bukan Murni Bisnis ke Bisnis?

Analis kebijakan publik Said Didu menjelaskan bahwa status Whoosh sebagai proyek Business to Business (B to B) dipertanyakan. Karena proyek ini dijalankan di bawah naungan BUMN dan berdasarkan Perpres, ini dianggap sebagai proyek pemerintah. Said Didu menegaskan, jika pemerintah menugaskan BUMN dan proyeknya rugi, maka biayanya harus ditanggung pemerintah.

KPK Buka Penyidikan, Mahfud MD Siap Dimintai Keterangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengonfirmasi bahwa mereka telah membuka tahap penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam proyek Whoosh. Menanggapi hal ini, mantan Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan jika dipanggil oleh KPK.

Mahfud MD sebelumnya telah mengungkap dugaan penggelembungan anggaran (mark up) dalam proyek Whoosh. Dia menyebut biaya pembangunan per kilometer Whoosh mencapai 52 juta dolar AS, sementara biaya serupa di China hanya 17-18 juta dolar AS.

Perkembangan kasus Whoosh ini terus menjadi perhatian publik seiring dengan proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar