"Sakit hati dan ingin menguasai harta korban. Kami dapatkan jejak bahwa tersangka sudah mengambil harta korban," jelas Widi Atmoko.
Paman korban, Agus Airlangga, punya kecurigaan serupa. Menurutnya, AS yang menikahi kakak korban empat tahun lalu, punya maksud terselubung terhadap harta keluarga.
"Dari rentetan kejadian, kami keluarga sudah paham. Oknum ini masuk ke keluarga kami dengan cara-cara tertentu, ingin menguasai harta," ucap Agus dengan nada kesal.
Cara pembunuhannya pun keji. Dari bekas lebam di leher, korban diduga kuat dicekik hingga tewas. Meski begitu, detail peran masing-masing pelaku, AS dan Suyitno, masih terus didalami.
"Yang jelas, mereka bersama-sama melakukan dan mengetahui tindak pidana ini. Saat membuang mayat juga bersama," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Jenazah Faradila ditemukan dalam keadaan memilukan. Seorang warga yang hendak ke ladang jagungnya justru menemukan tubuh perempuan itu tergeletak di dasar sungai kering. Kedalamannya sekitar lima meter.
Dari dokumentasi yang ada, korban masih memakai helm half face warna merah muda, jaket hitam, dan celana panjang. Ada tindik di pusarnya. Posisi tubuhnya terlihat tidak wajar, bersandar pada beton dinding sungai.
AS ditangkap hanya beberapa jam setelah jenazah ditemukan. Sementara komplotannya, Suyitno, sempat kabur tiga hari sebelum akhirnya diamankan pada Kamis malam.
Kasus ini tentu meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga dan mencoreng institusi. Sekarang, semua mata tertuju pada proses hukum yang akan berjalan. Apakah keadilan benar-benar bisa ditegakkan?
Artikel Terkait
Banjir Tapanuli dan Sorotan Panas di Balik Nama Luhut
KUHP Nasional Resmi Berlaku, Ancaman Penjara Mengintai di Dunia Maya
Koalisi Anti Korupsi Desak KPK Usut Gatot Nurmantyo Terkait Proyek Sawah Triliunan
KPK dan Misteri Tersangka di Balik Skandal Kuota Haji