Al Ghazali Ziarah Makam Eyang HOS Tjokroaminoto di Hari Pahlawan, Ini Hubungan Kekerabatannya

- Senin, 10 November 2025 | 18:20 WIB
Al Ghazali Ziarah Makam Eyang HOS Tjokroaminoto di Hari Pahlawan, Ini Hubungan Kekerabatannya

Al Ghazali Ziarah Makam HOS Tjokroaminoto di Hari Pahlawan 10 November

Di Hari Pahlawan tahun ini, Al Ghazali melakukan kunjungan khusus ke makam Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto yang merupakan kakek buyutnya. Kegiatan ziarah ini dilakukan tepat pada tanggal 10 November, bertepatan dengan peringatan nasional Hari Pahlawan.

Dalam kunjungannya, Al Ghazali mengabadikan momen dengan berfoto di samping pusara sang Guru Bangsa. Melalui akun Instagram pribadinya, ia membagikan momen tersebut dengan caption sederhana namun penuh makna: "Ziarah ke Makam Eyang".

Unggahan tersebut mendapatkan perhatian khusus dari sang ibu, Maia Estianty, yang turut membagikan ulang momen tersebut di akun media sosialnya dengan menambahkan simbol hati sebagai bentuk apresiasi.

Hubungan Kekerabatan Al Ghazali dengan HOS Tjokroaminoto

Al Ghazali memiliki hubungan darah langsung dengan HOS Tjokroaminoto melalui garis keturunan ibunya, Maia Estianty. HOS Tjokroaminoto sendiri wafat di Yogyakarta pada 17 Desember 1934, meninggalkan warisan perjuangan yang tak ternilai.

Profil dan Peran HOS Tjokroaminoto dalam Sejarah Indonesia

HOS Tjokroaminoto tercatat dalam sejarah sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang paling berpengaruh. Ia dikenal dengan julukan "Guru Bangsa" dan "Raja Jawa tanpa mahkota" karena perannya yang sangat signifikan dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai pemimpin sentral Sarekat Islam (SI), Tjokroaminoto berhasil membawa organisasi ini menjadi kekuatan politik terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Awalnya bergabung dengan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1912, ia kemudian mengusulkan perubahan nama menjadi Sarekat Islam dengan pergeseran fokus dari ekonomi ke pergerakan nasional yang bersifat kerakyatan.

Rumah Tjokroaminoto sebagai Pusat Pendidikan Tokoh Nasional

Kediaman HOS Tjokroaminoto di Surabaya memiliki peran strategis sebagai tempat diskusi dan pendidikan bagi para pemuda pergerakan. Rumah tersebut menjadi tempat tinggal bagi banyak tokoh yang kelak memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk Soekarno (Presiden pertama RI), Semaun, Alimin, Muso, dan Kartosuwiryo.

Soekarno secara terbuka mengakui Tjokroaminoto sebagai mentor politik yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup dan perjuangannya.

Warisan Pemikiran dan Kontribusi HOS Tjokroaminoto

Pemikiran HOS Tjokroaminoto yang paling terkenal adalah upayanya dalam menggabungkan nilai-nilai Islam dengan sosialisme. Ia juga merumuskan trilogi perjuangan yang menjadi pedoman banyak aktivis: "Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat".

Bersama Haji Agus Salim, Tjokroaminoto mendirikan berbagai organisasi penting termasuk Haji Hindia untuk memberikan penerangan tentang ibadah haji, NV. Fajar Asia sebagai perusahaan pers, dan Majelis Ulama.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar