Tujuh Hari Kepergian Temon, Istri Tidur dengan Bantal Almarhum untuk Obati Rindu

- Minggu, 19 Juli 2026 | 07:15 WIB
Tujuh Hari Kepergian Temon, Istri Tidur dengan Bantal Almarhum untuk Obati Rindu

Tujuh hari sudah komedian Temon meninggal dunia. Kepergian mendadak itu masih menyisakan duka mendalam bagi sang istri, Mae. Untuk mengobati rasa rindu, ia sengaja tidur menggunakan bantal yang sebelumnya dipakai suaminya.

Mae mengaku belum mengganti sprei dan guling di tempat tidur mereka. Ia memilih tidur di sisi tempat tidur yang biasa ditempati Temon.

"Saya tidur di bantal yang dia tidurin sebelumnya sekarang. Jadi di bagian dia, biasanya kan saya di sebelah sini, jadi saya di pinggir yang di bagian dia tidur," kata Mae ditemui usai acara Ibadah Syukur Mengenang Kepergian Temon di kediamannya di Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).

"Jadi bantalnya belum saya ganti. Sprei guling belum saya ganti. Jadi saya tidur di situ, sampingnya foto dia, ya udah," lanjutnya.

Mae mengaku masih sangat merindukan Temon. Ia bahkan berharap bisa kembali merasakan kehadiran almarhum dan sama sekali tidak merasa takut.

"Nggak, saya malah pengen ketemu. Saya bilang biarin aja dia coba nongolin aja saya pengen ketemu," ujarnya.

Selain tidur menggunakan bantal almarhum, Mae juga mengobati rindunya dengan menyanyikan lagu-lagu kenangan mereka. Lagu-lagu itu mengingatkannya pada masa awal bertemu dengan Temon pada 1998.

"Mengobati rindu, saya nyanyiin lagu-lagu dia, lagu-lagu kenangan kita. Kan dulu dia penyiar, saya kebetulan fans-nya jadi sering dikirimin lagu kan, jadi saya mau nyanyiin sekarang buat dia, gantian," tutur Mae.

Meski masih berduka, Mae berusaha tetap tegar demi anak-anaknya. Ia ingin melanjutkan cita-cita Temon dengan membesarkan putra bungsunya, Remino, menjadi anak yang hebat.

"Ngebesarin anak kita, Remino. Insya Allah, niat kita ya ngebesarin Remino untuk jadi anak hebat," pungkasnya.

Komedian senior Simson Rarameha Ngadang alias Temon meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB di usia 59 tahun. Jenazahnya dimakamkan keesokan harinya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Temon meninggal akibat serangan jantung. Ia sempat mengeluhkan nyeri dada hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit dan mengembuskan napas terakhir beberapa saat setelah tiba di rumah sakit.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags