Yang tidak dia ketahui adalah bahwa Brahms adalah lebih dari sekadar boneka biasa.
Boneka itu adalah wadah bagi roh seorang anak laki-laki yang terkutuk bernama Brahms Heelshire.
Konflik dalam film ini berpusat pada perjuangan antara Jude dan Brahms, serta ketegangan di antara Liza dan Sean.
Jude, yang terpesona oleh Brahms, mulai tergelincir ke dalam pengaruh jahat boneka itu, sementara Brahms, yang haus akan kebebasan dari kutukan lamanya, mengancam keselamatan keluarga itu sendiri.
Namun, konflik tidak hanya terbatas pada hubungan antar-karakter.
Ketidakpercayaan Sean terhadap hal-hal yang supernatural menyebabkan gesekan dengan Liza yang berusaha keras untuk melindungi putranya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: blora.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Ungkap Kesulitan Ekonomi Saat Antar Anak Sambung Kuliah di AS
Kim Min Ha dan Noh Sang Hyun Reuni di Film Romantis Netflix Messily Ever After
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu