Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit

- Minggu, 22 Februari 2026 | 15:15 WIB
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit

Menjelang azan maghrib, waktu ngabuburit kerap terasa lama. Daripada cuma menatap jam, banyak yang memilih mengisinya dengan aktivitas seru. Ada yang olahraga ringan, melanjutkan hobi, atau sekadar rebahan sambil nonton. Nah, buat kamu yang suka maraton series, drama Korea bergenre sejarah bisa jadi pilihan yang tepat. Selain ceritanya yang biasanya seru dan penuh intrik, visualnya juga hampir selalu memukau. Detail kostumnya, seting istananya, sampai cara pengambilan gambarnya bikin mata betah.

Nah, kalau kamu lagi cari tontonan yang kuat cerita sekaligus "memanjakan mata", berikut beberapa rekomendasi drama sejarah Korea yang cocok untuk temani waktu tunggu buka puasa.

Dong Yi

Ini termasuk drama klasik yang legendaris. Dong Yi mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan dari kalangan rakyat jelata yang akhirnya mampu menapaki tangga istana hingga menjadi selir kerajaan di era Joseon. Intrik politik, konflik kekuasaan, dan perjuangan karakter utamanya menghadapi segala rintangan bikin serial ini selalu menarik diikuti.

Yang paling menonjol adalah penggambaran kehidupan istana yang sangat detail dan autentik. Perhatikan saja hanbok yang dikenakan para pemainnya. Kostum para bangsawan dan rakyat biasa dibuat dengan teliti, benar-benar memperlihatkan perbedaan status sosial hanya dari visualnya saja.

Hwang Jini

Drama satu ini mengangkat kisah hidup gisaeng (penghibur) paling legendaris di era Joseon. Bukan cuma soal kecantikan dan romansa, serial ini lebih dalam menyoroti perjalanan Hwang Jini dalam mencari identitas dirinya sendiri. Ia berusaha meraih kebebasan di tengah norma sosial masa itu yang begitu ketat dan membelenggu.

Kostum tradisionalnya adalah salah satu daya tarik utamanya. Busana para gisaeng didesain dengan warna-warna yang kaya dan bordir-bordir artistik. Sungguh sebuah mahakarya visual yang indah dipandang.

Moon Embracing the Sun

Paduan yang apik antara romansa kerajaan, intrik politik, dan unsur takdir. Ceritanya berpusat pada cinta antara seorang raja dan seorang perempuan yang terjebak dalam pusaran konflik istana yang pelik. Alurnya berkembang dengan intens, penuh gejolak emosi yang bikin penonton ikut terbawa.

Secara visual, drama ini menampilkan istana dengan pencahayaan yang lembut dan kostum kerajaan yang terlihat anggun. Hanbok para karakter utama dirancang sangat mewah, memperkuat kesan megah sekaligus nuansa romantis di setiap adegannya.

Under the Queen’s Umbrella

Agak berbeda dari yang lain, drama ini lebih berfokus pada sisi keibuan dan strategi seorang ratu. Ia berjuang membesarkan para pangeran di tengah tekanan politik kerajaan yang tak pernah reda. Dinamika keluarga kerajaan yang tidak selalu harmonis jadi sorotan utama di sini.

Dari segi visual, nuansanya terasa lebih segar. Warna-warna yang digunakan cerah, kostum kerajaannya mencolok, dan set istananya didesain dengan sentuhan modern namun tetap tidak menghilangkan nuansa sejarahnya.

The Red Sleeve

Terakhir, ada The Red Sleeve yang sempat sangat fenomenal. Drama ini menceritakan hubungan emosional yang kompleks antara seorang raja dan dayang istana yang punya prinsip kuat tentang kebebasan hidupnya. Pengembangan karakternya sangat mendalam, romansanya terasa realistis dan tidak mendayu-dayu.

Kekuatannya terletak pada sinematografi yang halus dan penuh makna. Kostum hanboknya elegan, nuansa istana ditampilkan dengan detail klasik dan pencahayaan yang lembut. Hasilnya? Atmosfer yang terasa intim, tapi tetap megah dan berkelas.

Itulah beberapa pilihan drama yang bisa jadi teman setia ngabuburit. Selamat menonton dan semoga waktu puasanya terasa lebih ringan!

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar