Istilah love bombing belakangan ini makin sering kita dengar, terutama saat membicarakan hubungan yang bermasalah. Intinya, itu adalah situasi di mana seseorang memberi perhatian dan janji-janji manis secara berlebihan di awal, tapi biasanya ada agenda tersembunyi di baliknya. Yang menarik, fenomena ini tak cuma dialami orang biasa. Artis sekelas Gisella Anastasia pun mengaku pernah mengalaminya.
Bertemu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa lalu, Gisel sapaan akrabnya berbagi cerita tentang pengalaman pribadinya menghadapi love bombing. Meski dikenal sebagai figur publik yang sudah banyak makan asam garam, ibu dari Gempi ini mengakui bahwa dirinya juga bisa terjebak dalam dinamika hubungan yang tidak sehat.
Tapi, dia bersyukur bisa segera keluar dari situasi itu.
“Cara lepasnya? Kalau aku untungnya tuh lumayan logis sih,” ujar Gisel.
Dia melanjutkan, “Biasanya kan perempuan suka agak jarang ya, maksudnya banyaknya main perasaan terus. ‘Aduh, tapi ini, tapi ini.’”
Menurutnya, banyak perempuan cenderung bertahan karena perasaan, meski sebenarnya sudah menangkap gelagat yang tidak beres. Gisel sendiri memilih pendekatan yang berbeda.
“Nah kalau aku tuh lumayan logis mungkin juga karena diajarin kehidupan juga ya. Udah semestinya untuk enggak-enggak main perasaan doang gitu,” lanjutnya.
Pengalaman hidup, katanya, mengajarkannya untuk lebih rasional dalam mengambil keputusan terutama soal hubungan. Baginya, berpikir jernih dan mengenali tanda-tanda ketidaksehatan adalah kunci.
“Jadi lebih berpikir. Jadi ya dipaksain aja kalau emang udah tau ini enggak bagus, ada maksud yang enggak baik juga, ya kita cabut lah,” tegas penyanyi dan aktris itu.
Memutuskan untuk “cabut” memang tidak gampang. Namun, Gisel menilai langkah itu perlu demi kesehatan mental dan emosional seseorang. Apalagi jika sudah tercium ada manipulasi atau ketidaktulusan.
Di sisi lain, mantan istri Gading Marten itu juga menekankan soal proses penyembuhan. Jangan buru-buru terjun ke hubungan baru sebelum benar-benar pulih.
“Kita, maksudnya kita harus keluar dari situ dan memulai sesuatu yang sehat setelah selesai sembuh, gitu,” tuturnya.
Pengakuan Gisel ini sekaligus mengingatkan kita: love bombing bisa menimpa siapa saja, tanpa pandang bulu. Yang penting adalah keberanian untuk mengenali polanya, lalu berpikir dingin, dan akhirnya mengambil keputusan terbaik untuk diri sendiri. Dengan logika dan kesadaran akan hubungan yang sehat, dampak buruknya bisa dihindari.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra