Ali Fikry, aktor muda yang namanya kian mencuat, mendapat peran besar dalam film "Esok Tanpa Ibu". Yang menarik, dalam film ini ia harus beradu akting dengan dua sosok mapan: Dian Sastrowardoyo dan Ringgo Agus Rahman. Bisa dibayangkan, pasti ada perasaan deg-degan sekaligus bangga.
Bagi Ali, pengalaman bermain sebagai anak kandung dari dua aktor ternama itu terasa seperti anugerah. Ia mengaku hampir tak percaya bisa berada dalam posisi tersebut.
"Aku sangat bersyukur banget. Aku kayaknya nggak bisa kepikiran kalau yang jadi Ibu sama Bapak diganti tuh aku nggak tahu gimana,"
ungkap Ali dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, Dian dan Ringgo sama sekali tidak bersikap jaim atau menjaga jarak. Justru sebaliknya. Keduanya menciptakan atmosfer yang sangat nyaman, sehingga Ali leluasa mengeksplorasi perannya tanpa beban berlebihan.
"Terima kasih Bapak sama Ibu untuk selalu hadir, ngajarin aku banyak banget hal. Kalian ngasih aku ruang aman untuk belajar,"
tambahnya penuh rasa terima kasih.
Nah, kedekatan itu ternyata bukan sekadar akting di depan kamera. Selama proses syuting di Lembang, Bandung, mereka bertiga benar-benar menjalani dinamika layaknya sebuah keluarga. Lokasi yang agak terpencil justru jadi berkah tersendiri.
Mereka menghabiskan waktu dengan hal-hal sederhana yang justru memperkuat ikatan. Bayangkan saja, suasana sejuk Lembang, ditemani api unggun.
"Syutingnya kan di Lembang dan kita beneran terisolasi di hotel. Setiap malam tuh kita suka bakar-bakar marshmallow di fireplace, dengerin lagu, dan ngobrol-ngobrol. Kehangatan itu masih aku kebayang-bayang sampai sekarang,"
kenang Ali dengan senyum.
Kedekatan itu membuatnya berharap hubungan mereka takkan pupus begitu film selesai dipromosikan.
"Aku harap hubungan hangat ini, kebersamaan kita akan langgeng sampai nanti akhirnya aku gede. Amin,"
pungkasnya. Harapan itu langsung dapat sambutan hangat, diiyakan oleh Ringgo dan Dian yang hadir di sampingnya.
Lalu, seperti apa sebenarnya film "Esok Tanpa Ibu" ini? Ceritanya berpusat pada Rama, diperankan Ali Fikry, seorang remaja yang hidupnya berantakan setelah ibunya, Laras (Dian Sastrowardoyo), jatuh koma.
Duka kehilangan itu perlahan menyibak retakan hubungannya dengan sang ayah (Ringgo Agus Rahman) yang selama ini terasa kaku dan penuh miskomunikasi. Film ini adalah sebuah perjalanan emosional bagi ayah dan anak untuk saling memahami, berdamai dengan rasa sakit, dan mencari kembali arti keluarga di tengah dunia yang serba digital.
Rencananya, film yang sarat dengan pesan emosional ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Januari 2026.
Artikel Terkait
Penampilan Bad Angel Lisa BLACKPINK di Coachella 2026 Picu Perdebatan Netizen
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian 40 Hari Meninggalnya Vidi Aldiano di Jakarta
MNCTV dan GTV Gelar Festival Keluarga dan Aksi Sosial di Karawang
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal