JAKARTA - Pandji Pragiwaksono lagi-lagi bikin perbincangan usai membawakan materi stand-up comedy terbarunya. Dalam lawakan berjudul "Mens Rea" itu, komika sekaligus penulis ini menyentil penampilan fisik sejumlah tokoh, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pandji menyebut perawakan Gibran terlihat seperti orang yang mengantuk.
"Banyak yang memilih pemimpin berdasarkan tampang. Misalnya, Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau, wakil presidennya Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk kan dia ya. Menurut keyakinan saya," ujar Pandji di atas panggung.
Nah, ucapan Pandji ini akhirnya sampai juga ke telinga Tompi. Ya, musisi yang juga seorang ahli bedah plastik itu rupanya ikut menonton spesial komedi Pandji yang ke-10. Dan dia punya pandangan lain.
Lewat akun Instagramnya, @dr_tompi, Selasa lalu, Tompi memberikan tanggapan sekaligus kritik yang cukup tajam. Baginya, menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai bahan lelucon, dalam konteks apapun, itu bukan hal yang cerdas. Malah, itu terkesan malas.
"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tulis Tompi dengan tegas.
Tompi tak menampik bahwa kritik dan satire adalah bagian penting dalam diskusi publik. Tapi menurutnya, standar diskusi itu harus dinaikkan. Fokusnya harus pada gagasan dan kinerja, bukan pada hal-hal di luar kendali seseorang seperti bentuk fisik.
"Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tambahnya.
Artikel Terkait
Foto Viral dan Komentar Lama: Benarkah Jule dan Jefri Nichol Lebih dari Sekadar Teman?
Mentan Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar, Ruang Rapat Bergemuruh Tawa
Ammar Zoni Berharap Tak Kembali ke Nusakambangan, Ungkap Alasan Pilih Cipinang
Ivan Gunawan Ungkap Transformasi Pribadi dan Proyek Masjid Impian