Namun begitu, di hari terakhir itu, ada yang berbeda. Ponakannya yang memberi makan Rosidah memberitahu bahwa makanan nyaris tak bisa masuk. Mansyur langsung menghentikan olahraganya.
Momen paling mengharukan terjadi tak lama kemudian. Saat Mansyur memegang dan mendekatkan diri, mendekap istri tercinta.
Suaranya bergetar mengingat detik-detik itu. Rosidah menghembuskan napas terakhir tepat di dalam pelukannya.
Peristiwa itu, tentu saja, menjadi memori yang takkan pernah pudar. Mansyur kehilangan sekaligus: istri, sahabat, dan pendamping hidupnya yang paling berarti.
Dengan hati yang remuk, ia pun melepas kepergian Rosidah dengan doa terindah. Harapannya hanya satu: sang istri tenang di sana.
Itulah ungkapan terakhirnya. Sebuah perpisahan yang mengharu biru dari seorang suami kepada belahan jiwanya.
Artikel Terkait
Perfect Crown Raih Rating Perdana 7,8%, Jadi Drama Jumat-Sabtu MBC Terbaik Ketiga
Michelle Ashley Ungkap Alasan Jauh dari Pinkan Mambo demi Kesehatan Mental
Serial Animasi KIKO Season 4 Tayang Perdana di RCTI, Usung Cerita Baru di Neo Asri
Haldy Sabri Protes Ammar Zoni Bawa-bawa Nama Irish Bella dalam Pleidoi Narkoba