Namun begitu, di hari terakhir itu, ada yang berbeda. Ponakannya yang memberi makan Rosidah memberitahu bahwa makanan nyaris tak bisa masuk. Mansyur langsung menghentikan olahraganya.
Momen paling mengharukan terjadi tak lama kemudian. Saat Mansyur memegang dan mendekatkan diri, mendekap istri tercinta.
Suaranya bergetar mengingat detik-detik itu. Rosidah menghembuskan napas terakhir tepat di dalam pelukannya.
Peristiwa itu, tentu saja, menjadi memori yang takkan pernah pudar. Mansyur kehilangan sekaligus: istri, sahabat, dan pendamping hidupnya yang paling berarti.
Dengan hati yang remuk, ia pun melepas kepergian Rosidah dengan doa terindah. Harapannya hanya satu: sang istri tenang di sana.
Itulah ungkapan terakhirnya. Sebuah perpisahan yang mengharu biru dari seorang suami kepada belahan jiwanya.
Artikel Terkait
Mario G Klau Siapkan Konser Spesial untuk Rayakan Satu Dekade Berkarya
Fitri Salhuteru Bantah Tuduhannya, Sebut Nikita Mirzani yang Kerap Lakukan Doxing
Andhara Early Akhiri 14 Tahun Pernikahan, Ungkap Perjuangan Melawan Anxiety
Doktif Soroti Penahanan Richard Lee: Ratusan Miliar vs Keadilan yang Tersendat