Kemarahan Bernadya dan JKT48 Soal Penyalahgunaan AI Grok
Bernadya Ribka tak bisa lagi diam. Ia meluapkan kemarahannya di platform X, menyoroti ulah sejumlah pengguna yang seenaknya memanfaatkan fitur AI Grok. Yang jadi masalah, teknologi itu disalahgunakan untuk hal-hal cabul, seperti mengubah foto perempuan biasa menjadi foto berbusana bikini tanpa izin.
"Udah kali, kasihan Grok-nya capek dan eneg," tulis Bernadya dalam cuitannya.
Bagi penyanyi itu, fenomena ini sudah keterlaluan. Ia melihat para pelaku seperti anak kecil yang baru saja mendapat mainan teknologi canggih. "Seperti anak kecil yang baru dikasih pegang ponsel," tambahnya. Memang, praktik semacam ini bukan cuma meresahkan, tapi sudah merugikan. Gambar-gambar hasil editan itu disebarluaskan seenaknya, mencoreng nama dan merugikan banyak pihak, termasuk para selebriti.
Di sisi lain, keresahan serupa datang dari kubu JKT48. Freya Jayawardana, sang kapten, secara terbuka menyuarakan kegelisahannya. Banyak member grup idolanya yang fotonya diedit menjadi berpenampilan seksi, bahkan mengandung unsur pornografi.
“Stop menyalahgunakan AI. Berpikirlah lebih pintar daripada kecerdasan buatan, Tuhan beri kamu hati dan akal untuk berpikir lebih baik dan sehat daripada alat ciptaan manusia,” tegas Freya.
“Berhenti mengganggu manusia lain. Tidak ada satu manusia pun yang wajar diperlakukan tidak menyenangkan, bagaimanapun caranya. Apapun gender, ras, warna kulit, agama, pekerjaan, dan berapapun usianya,” lanjutnya penuh keprihatinan.
Artikel Terkait
Doktif Soroti Penahanan Richard Lee: Ratusan Miliar vs Keadilan yang Tersendat
Frizzy Bebas Bersyarat, Ancaman Pencabutan Cuti Mengintai
Pernyataan Ohim Soal Salsha Jadi IRT Picu Polemik di Media Sosial
Devano Berubah Jadi DJ Jamet, Riset Ekstrem Sampai Nyamar ke Klub Malam