Malam Minggu yang seharusnya tenang itu berubah jadi mencekam bagi keluarga Diding Boneng. Rumah sang komedian legendaris tiba-tiba ambruk. Kabar duka ini memang bikin sedih, tapi ada satu hal yang patut disyukuri: tak ada satu pun korban jiwa dalam peristiwa nahas itu.
Lantas, bagaimana cerita lengkapnya? Mari kita telusuri kronologinya.
Suara Kretek-Kretek di Atas Kepala
Sekitar pukul sembilan malam, keadaan di rumah itu masih biasa saja. Diding Boneng sendiri sedang tak ada di tempat. Yang ada, anaknya sedang tidur lelap di dalam. Tiba-tiba, ia terbangun oleh suara aneh.
"Yang ada anak saya tidur, dia hampir ketiban. Karena dia merasa loh apaan sih kok di atas kretek-kretek-kretek gitu. Dia curiga, dia lari keluar,"
kata Diding saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, dua hari setelah kejadian.
Nyaris tak sempat. Begitu anak itu berhasil menyelamatkan diri ke luar, bangunan pun mulai berantakan jatuh menimpa ruangan yang baru saja ditinggalkannya. Diding menggambarkan adegan panik itu dengan jelas.
"Begitu dia lari keluar, jatuh (runtuh). Yang di luar juga di belakang, dia ke belakang, belakang jatuh. Jadi dia lari, jatuh, dia lari, jatuh gitu loh,"
tambahnya. Sungguh, keberuntungan yang luar biasa.
Bukan Salah Hujan
Banyak orang menduga angin kencang atau hujan badai jadi biang keroknya. Tapi Diding membantah. Memang, hujan deras sempat turun saat Maghrib. Namun, saat rumahnya roboh, langit sudah relatif tenang.
Jadi apa penyebabnya? Diding dengan jujur mengakuinya. Ini soal struktur bangunan yang sudah uzur, bukan semata-mata gara-gara cuaca ekstrem.
"Kalau saya apa ya, ini rumah kan memang sudah lapuk sudah lama dan tidak pernah di-upgrade. Nah mungkin ya ini titik akhirnya dari kelapukannya itu,"
jelas aktor berusia 75 tahun itu. Rumah itu sudah lama menahan beban waktu, dan malam Minggu itu adalah batas akhir kekuatannya.
Di balik semua ini, terasa sekali penyesalan mendalam di hati Diding. Pria yang karakternya melekat di film Warkop DKI itu mengakui kelalaiannya sendiri.
"Sayanya yang salah. Kenapa saya terlalu santai. Beneran, saya ngaku saya salah,"
ucapnya dengan nada berat.
Untungnya, bantuan datang segera. Melihat musibah itu, adik-adik Diding langsung menghubungi pengurus lingkungan. Pak RT dan Pak RW pun sigap turun tangan, mengoordinasi warga untuk membersihkan puing dan menolong keluarga Diding di lokasi. Setidaknya, di tengah duka, masih ada solidaritas yang hangat.
Artikel Terkait
Sule Bawa Kejutan dan Gelak Tawa di Konser Comeback Mahalini
Mahalini Kembali ke Panggung, Konser KOMA Hangatkan Istora Senayan
Agrikulture Rilis Single Baru Terang Di Gelap Cahaya, Usung Refleksi Urban Lewat Dance-Punk
Rizky Febian Gandeng Musisi Tunanetra Willy Albani Rilis Single Mencinta Tanpa Arah