lanjutnya.
Persiapannya pun tak main-main. Tamara tetap membuat kue ulang tahun dan menghias makam dengan nuansa perayaan. Ritual ini, baginya, adalah sebuah kebiasaan yang tak bisa dihilangkan. Sebuah cara untuk tetap terhubung.
"Kayak sudah kebiasaan yang nggak bisa hilang. Jadi walaupun Dantenya sekarang sudah nggak ada, tapi aku tetap mau bikin kue, nyiapin tema ulang tahunnya apa,"
katanya.
Menariknya, persiapan itu tetap ia lakukan jauh-jauh hari, persis seperti dulu saat Dante masih hidup. Rupanya, tiga bulan sebelum hari H, pikirannya sudah mulai sibuk merancang semuanya. Itu adalah bentuk cinta dan kerinduan yang tak pernah usai.
Jadi, di tengah kesunyian pemakaman, ada sebentuk perayaan yang penuh makna. Tamara Tyasmara datang dengan kue dan bunga matahari, menghidupkan kenangan, dan membuktikan bahwa cinta seorang ibu tak pernah lekang oleh waktu maupun jarak.
Artikel Terkait
Haldy Sabri Protes Ammar Zoni Bawa-bawa Nama Irish Bella dalam Pleidoi Narkoba
Turun Ranjang, Adaptasi Wattpad Viral, Tayang Perdana di RCTI 7 April 2026
Cimoy Nuraini dan Zidan Rap Resmi Menikah di KUA Tangerang
Kim Seon Ho Kembali dengan Drama tvN God Bless the Assemblyman