Kedekatan 8 Tahun Berujung Dugaan Penipuan Rp200 Juta oleh Suami Boiyen

- Rabu, 24 Desember 2025 | 18:00 WIB
Kedekatan 8 Tahun Berujung Dugaan Penipuan Rp200 Juta oleh Suami Boiyen

Kedekatan personal ternyata menjadi pintu masuk dalam kasus dugaan penipuan yang melibatkan Rully Anggi Akbar, suami dari pesohor Boiyen. Pelapor, yang berinisial RF, bukanlah orang asing. Mereka sudah berteman karib hampir delapan tahun lamanya. Waktu yang cukup untuk membangun rasa percaya, yang sayangnya justru dikhianati.

Pengacara korban, Santon Nababan, mengonfirmasi hal ini.

"Klien kami sudah kenal beliau cukup lama, sekitar 7 sampai 8 tahunan,"

ungkapnya pada Selasa lalu.

Sebelum segala urusan investasi ini muncul, RAA punya peran lain dalam kehidupan keluarga RF: sebagai pemandu wisata. Ia adalah tour guide andalan mereka. Menurut Santon, tutur kata RAA yang selalu terlihat baik dan kedekatan yang terjalin itulah yang akhirnya meyakinkan kliennya untuk menanamkan uang.

"Karena kedekatan itu dan terlihat baik dari tutur katanya, klien kami akhirnya berinvestasi,"

lanjutnya.

Ajakan berinvestasi itu datang dengan embel-embel bisnis yang terdengar nyata: sebuah usaha sate di Sleman, Yogyakarta. Tanpa pikir panjang lagi, RF pun menyetorkan dana tidak sedikit, mencapai Rp200 juta. Namun, ada yang janggal sejak dari awal. Alih-alih masuk ke rekening perusahaan, uang sebanyak itu justru mengalir ke rekening pribadi RAA.

"Anehnya, uang ditransfer bukan ke rekening perusahaannya, melainkan ke rekening pribadi RAA,"

beber Santon Nababan.

Di sisi lain, janji manis sempat berbuah. Keuntungan bulanan Rp6 juta itu benar datang di awal. Tapi tidak lama. Pembayaran kemudian terhenti begitu saja, tanpa kabar dan penjelasan yang jelas. RAA dianggap kabur dari tanggung jawabnya.

"RAA ini seperti lari dari tanggung jawab. Janji tinggal janji, hingga saat ini belum ada iktikad baik,"

tutur Santon dengan nada kecewa.

Kini, harapan korban sebenarnya sederhana. Bukan lagi mengejar keuntungan, melainkan sekadar meminta uang pokok investasinya dikembalikan. Mereka masih menunggu, meski sejauh ini belum ada tanggapan berarti dari pihak RAA. Kisah lama persahabatan yang berakhir dengan luka dan tuntutan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar