Proses panjang itu tentu tak dilaluinya sendirian. Diskusi intens dengan sutradara dan pemain lain menjadi bagian krusial. Hal itu membantunya menemukan pijakan, memahami di mana posisi karakternya dalam alur cerita yang kompleks.
"Diskusi itu penting banget," tuturnya.
Selain pendalaman karakter, Aghniny juga mengapresiasi upaya produksi untuk menghadirkan realisme. Penggunaan pesawat asli dan riset mendalam yang dilakukan tim membuat setiap adegan terasa nyata, tidak dibuat-buat.
"Semua dibikin realistis," tutupnya.
Pada akhirnya, Aghniny berharap "Penerbangan Terakhir" bisa menjadi sebuah perjalanan emosional bagi siapa pun yang menonton. Sebuah film yang tak hanya menghibur, tetapi juga mengajak kita memahami luka, pilihan-pilihan sulit, dan proses bangkit yang mungkin dialami oleh orang di sebelah kita atau bahkan diri kita sendiri.
Disarikan dari wawancara dengan Aghniny Haque.
Artikel Terkait
Lee Junho Pertimbangkan Tawaran Main di Drama Buy King, Berpotensi Duel Akting dengan Joo Ji Hoon
Titan Tyra Minta Maaf Usai Kontroversi Rebahkan Kursi Pesawat Saat Hamil
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska