Paramount Lempar Tawaran Gila-Gilaan, Netflix Terancam Gagal Rebut Warner Bros

- Kamis, 11 Desember 2025 | 11:20 WIB
Paramount Lempar Tawaran Gila-Gilaan, Netflix Terancam Gagal Rebut Warner Bros

Perang Tawaran: Paramount Tantang Netflix Berebut Warner Bros

Layar lebar mungkin penuh fiksi, tapi drama di balik layar Hollywood kali ini nyata adanya. Warner Bros, raksasa hiburan yang ikonik itu, tiba-tiba jadi rebutan panas. Netflix sudah lebih dulu mengajukan tawaran menggiurkan. Tapi, jangan salah. Paramount, lewat Skydance, tak mau tinggal diam. Mereka datang dengan penawaran yang, sepertinya, lebih berani lagi.

Intinya, Paramount siap merogoh kocek lebih dalam. Jauh lebih dalam.

Menurut laporan Variety, Senin lalu (8/12), CEO Paramount Skydance David Ellison secara resmi melayangkan penawaran. Mereka ingin membeli semua saham Warner Bros Discovery (WBD) dengan harga US$30 per lembar. Angka yang tak main-main.

Yang menarik, ambisi Ellison tak setengah-setengah. Berbeda dengan Netflix yang fokus pada aset-aset tertentu, Paramount berniat mengambil alih seluruh kerajaan WBD. Semuanya. Mulai dari studio film legendarisnya, hingga bisnis televisi yang mencakup jaringan-jaringan besar seperti CNN, TBS, dan TNT.

Kalau dirupiahkan, nilainya benar-benar fantastis. Paramount menilai perusahaan itu senilai US$108,4 miliar, atau sekitar Rp1.808 triliun, termasuk utang-utangnya. Nilai ekuitasnya sendiri ditaksir US$77,9 miliar.

Nah, bandingkan dengan tawaran Netflix. Raksasa streaming itu 'hanya' menawar US$82,7 miliar termasuk utang, dengan nilai ekuitas sekitar US$72 juta. Selain nominalnya yang lebih rendah, proposal dari Netflix disebut-sebut lebih rumit dan fluktuatif. Jadi, dari segi kemudahan dan kepastian, tawaran Paramount terlihat lebih menarik di atas kertas.

Langkah Paramount ini jelas sebuah gebrakan. Mereka mengumumkan penawaran hanya beberapa hari setelah WBD dikabarkan menyepakati pembelian dengan Netflix pada Jumat (5/12). Meski kesepakatan dengan Netflix itu baru akan benar-benar tuntas setelah WBD merampungkan pemisahan beberapa unit bisnisnya di paruh kedua 2026.

Paramount juga menawarkan waktu penyelesaian yang lebih singkat. Mereka menjanjikan akuisisi bisa ditutup dalam 12 bulan ke depan. Sementara proses dengan Netflix diperkirakan memakan waktu 12 hingga 18 bulan. Kecepatan seringkali jadi faktor penentu dalam bisnis sebesar ini.

Sekarang, bola sepenuhnya ada di pihak Warner Bros Discovery. Mereka dihadapkan pada dua pilihan besar: tetap dengan Netflix yang sudah lebih dulu sepakat, atau beralih ke tawaran Paramount yang lebih tinggi dan lebih cepat. Keputusan ini akan mengubah peta kekuatan industri hiburan global.

Menunggu saja. Drama nyata ini masih panjang episodenya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar