Memang, kalau dilihat dari latar belakang peserta, cukup beragam. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Namun begitu, satu benang merah yang jelas: semangat untuk mempromosikan kesehatan mental dan penerimaan diri.
Di sisi lain, ada juga cerita yang cukup menyentuh. Seorang kontestan dari Asia Tenggara bercerita, dia pernah punya masa lalu di mana dia sangat tidak percaya diri. Pengalaman pahit itulah yang sekarang jadi bahan bakarnya untuk berbicara di depan banyak orang. "Kalau bukan kita yang memulai percakapan tentang self-love, lalu siapa lagi?" katanya.
Jadi, acara ini lebih mirip sebuah platform. Sebuah wadah bagi para perempuan dengan suara dan visi untuk mendorong perubahan positif. Jalannya kontes sendiri akan memadukan beberapa elemen, mulai dari wawancara, presentasi misi sosial, hingga penampilan di atas panggung.
Kita tunggu saja bagaimana akhirnya. Yang pasti, Miss Aesthetic International 2025 ini sudah menawarkan warna baru. Bukan sekadar mahkota dan sorotan lampu, tapi tentang pesan yang bisa terus bergaung lama setelah acara usai.
Artikel Terkait
Tabung Whip Cream Jadi Titik Terang Misteri Meninggalnya Lula Lahfah
Firdha Razak Buka Aib Menantu, Tuding Vina Luciana Lakukan Poliandri
Fiki Naki dan Tinandrose Umumkan Kehamilan Anak Pertama
Gisella Anastasia Bongkar Sisi Kelam Korban Love Scamming di Film Terbaru