Intinya, Ben berharap pola asuh yang hangat, terbuka, tapi tetap tegas bisa menjadi panduan terbaik untuk melewati masa-masa remaja Sienna.
Di sisi lain, Ben juga punya cara lain. Dia secara perlahan membiasakan Sienna untuk belajar menilai situasi sendiri. Mulai dari memilih teman hingga hal-hal yang lebih serius seperti berkencan. Menurut Ben, ini penting. Anak harus paham bagaimana mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil.
"Berteman sih oke. Cuma aku bilang, aku membiasakan dia menilai sendiri," jelas Ben tentang pendekatannya.
"Misalkan, 'dating' atau hal lain, pas nggak buat gue? Kita ngasih tahu konsekuensinya, dan dia dilatih untuk memutuskan sendiri."
Meski memberi ruang, Ben tak lantas lepas tangan. Pengawasan, baginya, tetap sebuah keharusan. Ada batasan yang harus dijaga. Dia tak mau sampai kecolongan oleh hal-hal yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan putri semata wayangnya itu.
"Tapi tetep kita harus ngawasin," pungkas Ben dengan nada serius.
"Kalau nggak, ya bisa colongan."
Artikel Terkait
Ifan Seventeen: Dirut PFN yang Tak Mau Lepas Status Musisi Paruh Waktu
Whildan Buka Suara Soal Kedekatan dengan Dera: Belum Pacaran, Lagi ke Arah Sana
Inul Daratista Pingsan Usai Derita Diare Berkepanjangan, Curhat BAB Berasa Mau Copot
Onad Bebas, Langkah Pertama: Pulang dan Memeluk Anak