Di sisi lain, kehidupan mereka tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Setiap hari punya tantangannya sendiri. Namun begitu, cahaya di mata mereka saat berinteraksi dengan pembeli seolah mengatakan bahwa kepasrahan bukanlah pilihan. Ada kebanggaan dalam kerja, dalam upaya mandiri itu.
Kisah ini mengingatkan kita pada satu hal sederhana: inspirasi seringkali hadir dari tempat yang tak terduga. Dari sebuah warung kecil di Bandung Barat, Awenk dan Sri mengajarkan arti sebenarnya dari kata "berjuang". Bukan soal menjadi pahlawan besar, tapi tentang bangun setiap pagi dan melakukan yang terbaik dengan apa yang kita punya.
Narasi mereka akhirnya bukan lagi tentang keterbatasan. Melainkan tentang kelimpahan semangat yang justru mungkin kurang dimiliki banyak orang. Sungguh, sebuah pelajaran hidup yang mahal harganya.
Artikel Terkait
Dokter Laporkan Rekan, Justru Stres Memikirkan Nasibnya di Penjara
Ahmad Dhani Ogah Kasih Wejangan, Cukup Kirim Instagram untuk El Rumi
Kemeja Kotak Ammar Zoni di Sidang, Sentuhan Dokter Kamelia di Baliknya
Dari Lari 10K ke Maraton: Raffi Ahmad Ungkap Titik Balik Hidupnya