Warga Murka Seret Pelaku Pelecehan Anak Disabilitas Keliling Kampung

- Kamis, 04 Desember 2025 | 11:40 WIB
Warga Murka Seret Pelaku Pelecehan Anak Disabilitas Keliling Kampung

Pelaku Aniaya dan Pelecehan Seksual Anak Disabilitas Diseret Keliling Kampung

Ali, pria yang jadi buronan setelah menganiaya dan melecehkan seorang anak penyandang disabilitas, akhirnya tertangkap. Bukan oleh polisi, melainkan oleh warga yang geram. Aksi kejinya itu terjadi di Parang-Parang Tulau, Kelurahan Cikoro, Kabupaten Gowa.

Menurut sejumlah saksi, Ali memang sudah lama bikin resah. Dia kerap berkeliaran dan mengetuk-ngetuk pintu rumah warga tanpa alasan jelas. Sampai akhirnya, di suatu kesempatan, dia menemukan T si korban yang sedang sendirian di rumah. Saat itulah dia melakukan hal yang tak termaafkan.

Keluarga korban langsung melaporkannya. Laporan itu ditujukan ke polisi dan juga forum kemitraan setempat. Korban pun segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.

Hasil visumnya jelas: ada bukti kuat penganiayaan dan pelecehan seksual. Status Ali pun berubah jadi tersangka. Sejak Minggu (30/11) itu, dia buron.

Namun, pelariannya tak berlangsung lama.

Rabu (3/12), warga berhasil menangkapnya. Amarah yang sudah menumpuk akhirnya meledak. Mereka tak hanya menangkap, tapi juga memberi hukuman sendiri. Dengan kaki terikat di motor, Ali diseret berkeliling kampung. Suasana jadi mencekam warga berkerumun, ada yang jalan kaki, ada yang ikut konvoi dengan motor, mengarak pria itu.

Momen itu terekam dan beredar luas lewat Instagram. Salah satu akun yang membagikannya adalah surya_dharmayani.

"Pelaku pemerkosaan dan penganiayaan yang terjadi di parang-parang tulau sempat buron beberapa hari dan hari ini sudah di dapat lalu di seret massa, lewat depan rumahku," tulis pemilik akun itu.

Video pendek itu menunjukkan seorang pria terbaring di jalan, tak berdaya. Lingkungan sekitarnya riuh.

Di sisi lain, hingga berita ini ramai dibicarakan, belum ada tanggapan resmi dari kepolisian mengenai hukuman massal tersebut. Nasib Ali selanjutnya masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, aksi main hakim sendiri ini menggambarkan betapa panasnya situasi dan luapan emosi warga.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar