Menurutnya, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi belakangan ini bukan sekadar "bencana alam" biasa. Itu adalah cerminan krisis ekologis yang sudah lama mengendap.
lanjut penjelasan di laman tersebut. Seruan itu rupanya mendapat sambutan. Hingga kini, sudah ribuan donatur yang turut merogoh kocek. Targetnya cukup besar, Rp200 juta, tapi semangat solidaritas masyarakat terlihat tinggi.
Dampak bencana sendiri memang luar biasa luas. Setidaknya 11 kabupaten dan kota di Sumatra terdampak, mulai dari Aceh Tengah, Bireuen, sampai Gayo Lues. Yang parah, beberapa jalur vital terputus total. Ambil contoh perbatasan Sumut-Aceh Tamiang atau Jembatan Meureudu. Kondisi itu tentu saja memperparah keadaan dan mempersulit distribusi bantuan, tak terkecuali untuk hewan.
Di sisi lain, aksi sosial untuk bencana Sumatra ini memang sedang marak. Banyak publik figur lain yang turun tangan, mengajak masyarakat untuk bergotong-royong meringankan beban saudara-saudara di Sumatra.
Artikel Terkait
Denny Sumargo Tolak Undangan Roby Tremonti Usai Dengar Kronologi Aurelie
Investor Sate Man Boiyen Tuntut Rully Anggi Akbar: Transfer ke Rekening Pribadi, Janggal!
Kak Seto Berbenah: Refleksi atas Luka Lama di Bawah Sorotan
Anak yang Mengaku Denada Tuntut Rp7 Miliar, Dulu Cuma Diterima 15 Cm di Pintu