Hotman Paris Sindir "Klien Kaya Tapi Pelit" Usai Mundur dari Kasus Nadiem
Publik kembali dihebohkan oleh pernyataan kontroversial Hotman Paris Hutapea. Kali ini, pengacara kondang itu menyampaikan sindiran pedas tak lama setelah mengundurkan diri dari posisinya sebagai kuasa hukum Nadiem Makarim.
Sebelumnya, Hotman memang ditunjuk untuk membela mantan Mendikbudristek itu dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Namun, kerja sama itu berakhir sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta dimulai.
Menurut informasi yang beredar, keputusan pemutusan hubungan hukum justru datang dari keluarga Nadiem. Mereka dikabarkan khawatir Hotman memiliki terlalu banyak klien sehingga tidak bisa fokus menangani kasus ini.
Nah, alasan inilah yang sepertinya memantik reaksi sang pengacara.
Di akun Instagram pribadinya, Hotman melontarkan sindiran yang cukup jelas. "Kebanyakan klien?? Ha ha," tulisnya ringkas, seolah menertawakan alasan yang diberikan.
Tapi itu belum semuanya. Dia kemudian melanjutkan dengan membongkar filosofinya dalam memilih klien sepanjang kariernya.
Hanya ada dua jenis klien Hotman, gratis pro bono untuk para pengais keadilan dan klien konglo royal.
Klien kaya tapi pelit?? Sorry ya.
Ungkapan "klien kaya tapi pelit" inilah yang langsung memicu spekulasi. Banyak yang menduga keras sindiran itu ditujukan kepada Nadiem dan keluarganya, mengingat waktu kemunculannya yang sangat berdekatan dengan berakhirnya kerja sama mereka.
Di sisi lain, kasus korupsi Chromebook sendiri masih terus berjalan. Hanya saja, kini Nadiem harus menghadapinya tanpa lagi didampingi oleh pengacara yang terkenal flamboyan itu.
Artikel Terkait
Lovely Runner hingga Goblin: Deretan Drama Korea Paling Adiktif untuk Ditonton Ulang
Hanggini Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Sempat Alami Keguguran Sebelumnya
Maia Estianty Larang Warganet Tanyakan Soal Kehamilan ke El Rumi dan Syifa Hadju: Itu Takdir, Bukan Konsumsi Publik
Prilly Latuconsina Jalani Misi Rescue Diver di Red Bull Cliff Diving 2026, Bertahan Lebih dari Dua Jam di Laut