"Kesepakatan untuk kembali bersama ini kami ambil setelah mempertimbangkan persetujuan dari anak-anak," ujar Fahmi.
Kalimat singkat itu seolah punya beratnya sendiri. Ia mengisyaratkan sebuah proses panjang dan pertimbangan yang dalam, di mana kebahagiaan anak-anak menjadi prioritas utama. Di balik tenda yang sudah berdiri itu, ternyata ada sebuah percakapan keluarga yang penuh makna.
Jadi, besok bukan sekadar pesta. Ini adalah babak baru bagi sebuah keluarga yang memilih untuk memperbaiki dan memulai lagi. Semuanya sudah siap. Tinggal menunggu hari H.
Artikel Terkait
Aurelie Moeremans Berhenti Bagikan Dukungan Demi Lindungi Teman dari Ancaman
Aurelie Moeremans Bongkar Luka Masa Lalu: Pernikahan Palsu dan Cengkeraman Grooming
Roby Tremonti Dituding Sebagai Bobby dalam Buku Kisah Korban Kekerasan Seksual
Ridwan Kamil Fokus Temani Arka Gambar Usai Perceraian