Yudo Sadewa Gelar Sayembara Rp 167 Juta untuk Ungkap Penghina Keluarga
Yudo Sadewa, anak Menteri Keuangan Purbaya, menjadi sorotan setelah menggelar sayembara dengan hadiah mencapai Rp 167 juta. Sayembara ini ditujukan untuk mencari identitas asli akun media sosial yang dianggap menghina dan memfitnah keluarganya.
Kemarahan Yudo Sadewa dipicu oleh unggahan dari sebuah akun Instagram bernama emma_irma9. Akun tersebut tidak hanya mengejek anggota keluarganya dengan sebutan "bocah autis" tetapi juga menyebarkan tuduhan perselingkuhan yang dialamatkan kepada ayahnya.
Melalui Instagram story pribadinya, Yudo secara resmi mengumumkan sayembara tersebut. Ia menjanjikan imbalan uang tunai dalam dollar AS untuk siapa saja yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku. Besaran hadiahnya bervariasi, mulai dari $100 untuk informasi identitas asli, hingga $10,000 atau setara dengan Rp 167 juta jika berhasil membawa pelaku hingga proses hukum dan dipenjarakan.
Yudo menegaskan bahwa dirinya membuka ruang untuk kritik, namun menolak keras segala bentuk hinaan dan cacian yang menggunakan kata-kata kasar. Ia membedakan dengan tegas antara kritik yang konstruktif dan ujaran kebencian yang merendahkan.
Klarifikasi Sumber Kekayaan Yudo Sadewa
Dalam sebuah video klarifikasi di platform TikTok, Yudo Sadewa membantah tuduhan yang mengaitkan kekayaannya dengan uang negara atau uang rakyat. Dengan gaya komunikasi yang santai khas anak muda, ia menjelaskan bahwa sumber kekayaannya berasal dari dunia investasi, khususnya aset kripto.
Yudo mengaku mendapatkan keuntungan yang signifikan dari investasi pada meme coin seperti Shiba Inu. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya berhasil membeli Bitcoin dan Ethereum pada harga yang sangat rendah, yaitu saat Bitcoin berada di level $17 ribu dan Ethereum di angka $8. Keputusannya berinvestasi di aset digital inilah yang ia klaim sebagai pemicu utama kesuksesan finansialnya, terlepas dari posisi ayahnya sebagai seorang menteri.
Insiden sayembara ini kembali menyoroti dinamika kehidupan publik figur keluarga pejabat negara dan bagaimana mereka menanggapi tekanan serta serangan di ruang digital.
Artikel Terkait
Richard Lee Penuhi Panggilan Polisi sebagai Tersangka Kasus Skincare
Video Kekerasan Jennifer Coppen Beredar di Tengah Konflik dengan The Connell Twin
The Kings Warden Kuasai Box Office Korea Selatan Saat Libur Imlek 2026
Sule Bawa Kejutan dan Gelak Tawa di Konser Comeback Mahalini