Debt Collector Salah Alamat? Pengacara Ruben Onsu Beberkan Fakta Hak Pertemuan Anak

- Minggu, 16 November 2025 | 08:10 WIB
Debt Collector Salah Alamat? Pengacara Ruben Onsu Beberkan Fakta Hak Pertemuan Anak
Debt Collector Datangi Rumah Sarwendah, Ini Kata Pengacara Ruben Onsu - Fakta Terbaru

Debt Collector Datang ke Rumah Sarwendah, Pengacara Ruben Onsu Angkat Bicara

Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, akhirnya memberikan klarifikasi menanggapi insiden kedatangan penagih utang atau debt collector ke kediaman Sarwendah. Menurutnya, ada kemungkinan motif lain di balik kejadian ini yang berhubungan dengan hak asuh anak.

Pengacara tersebut menyatakan bahwa konferensi pers yang digelar Sarwendah dinilai berlebihan. Ia menduga ada upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari isu utama, yaitu hak Ruben untuk bertemu dengan ketiga anaknya. Minola menegaskan bahwa fokus seharusnya adalah pemenuhan hak sebagai seorang ayah, bukan insiden penagihan yang terjadi.

Reaksi Berlebihan atas Kedatangan Debt Collector?

Minola mempertanyakan alasan di balik pemberitaan luas terkait debt collector yang mendatangi rumah mantan istri kliennya. Menurut pengakuannya, penagih utang tersebut ternyata salah alamat. Seharusnya, kata dia, hal semacam ini dapat diselesaikan dengan komunikasi sederhana tanpa perlu dibawa ke ranah publik.

"Cukup katakan bahwa mereka salah alamat dan yang bertanggung jawab adalah pihak lain. Mengapa harus dijadikan bahan konferensi pers? Ini yang patut dipertanyakan," ujar Minola di Jakarta Timur, Sabtu (15/11).

Hak Pertemuan Anak dan Tanggung Jawab Ekonomi Ruben Onsu

Di sisi lain, Minola mengungkapkan bahwa Ruben Onsu hingga kini masih kesulitan menjenguk anak-anaknya. Padahal, sebelumnya telah ada kesepakatan bahwa Ruben dapat bertemu dengan anak-anaknya dua hingga tiga hari dalam seminggu.

Ia juga menegaskan bahwa Ruben tetap memenuhi kewajiban finansialnya pasca perceraian. Setiap bulan, Ruben disebut masih memberikan dana tunjangan sebesar Rp 242 juta kepada Sarwendah untuk kebutuhan hidup anak-anak dan mantan istrinya tersebut.

"Bahkan untuk pengeluaran rumah tangga seperti plastik sampah senilai Rp 5,2 juta per bulan masih ditanggung Ruben. Mana yang lebih penting: debt collector yang salah alamat, atau hak anak untuk bertemu ayahnya?" tegas Minola.

Dengan demikian, pihak Ruben Onsu menilai isu debt collector sengaja dihembuskan untuk mendiskreditkan nama Ruben dan mengaburkan kewajibannya sebagai ayah yang tetap bertanggung jawab secara finansial.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar