Profil & Biografi Lengkap KGPH Hangabehi: Pakubuwono XIV Keraton Solo

- Jumat, 14 November 2025 | 08:45 WIB
Profil & Biografi Lengkap KGPH Hangabehi: Pakubuwono XIV Keraton Solo
Profil dan Biografi KGPH Hangabehi, Pakubuwono XIV Keraton Solo

Profil KGPH Hangabehi: Putra Tertua Pakubuwono XIII yang Kini Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV

KGPH Hangabehi, putra sulung almarhum Pakubuwono XIII, telah resmi dinobatkan sebagai penerus takhta Keraton Kasunanan Surakarta dengan gelar Pakubuwono XIV. Pengukuhan ini dilakukan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, menandai babak baru dalam kepemimpinan keraton.

Siapa KGPH Hangabehi?

KGPH Hangabehi merupakan putra pertama dari Pakubuwono XIII yang lahir dari pernikahan beliau dengan KRAy Winarni. Pernikahan dan perceraian orang tuanya terjadi sebelum Pakubuwono XIII secara resmi naik takhta sebagai Raja Keraton Surakarta.

Riwayat Hidup dan Latar Belakang

Lahir di Surakarta pada tanggal 5 Februari 1985, nama kecilnya adalah Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto. Sebelum menyandang gelar Hangabehi, ia lebih dikenal dengan nama KGPH Mangkubumi. Gelar tersebut kemudian diganti secara resmi pada 24 Desember 2022.

Pendidikan dan Kehidupan Pribadi

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Pamardisiwi yang diselesaikan pada tahun 1995, kemudian melanjutkan ke SMP Kasatriyan (lulus 1998), dan menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Warga pada tahun 2001. Dalam kehidupan rumah tangganya, KGPH Hangabehi menikah dengan Ray Siti Zubaidah dan dikaruniai dua orang anak, yaitu BRAj. Arumi Larasati Kusumaningrum dan BRM. Suryo Muhammad Ibrahim.

Kepribadian dan Ketertarikan

Dikenal sebagai pribadi yang tenang dan sangat menjunjung tinggi aturan serta tradisi adat Keraton Surakarta, Hangabehi juga memiliki minat yang mendalam terhadap warisan budaya, khususnya dunia perkerisan. Ketertarikannya pada keris bahkan mengantarnya untuk menerima undangan khusus dari Pemerintah Belanda melalui Kementerian Kebudayaan untuk menghadiri sebuah pameran keris internasional pada September 2025.

Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV

Prosesi penobatan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, oleh Lembaga Dewan Adat Keraton Solo. Acara bersejarah ini disaksikan oleh para sentono (keluarga keraton), kerabat dekat, dan sesepuh keraton. Kehadiran Maha Menteri Keraton Solo, KGPA Tedjowulan, yang menjabat sebagai raja ad interim, semakin mengukuhkan prosesi ini.

Dualisme Kepemimpinan di Keraton Solo

Penobatan ini menciptakan situasi dualisme kepemimpinan di Keraton Surakarta. Sebelumnya, pada Rabu, 5 November 2025, putra mahkota KGPH Purbaya (yang juga dikenal sebagai KGPAA Hamangkunegoro) telah lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai Pakubuwono XIV, tepat sebelum jenazah Pakubuwono XIII diberangkatkan. Situasi ini memunculkan dua klaim terhadap takhta kerajaan.

Prosesi penobatan KGPH Hangabehi sempat diwarnai ketegangan ketika GKR Timoer Rumbai, putri sulung Pakubuwono XIII, beserta adik-adiknya hadir di lokasi acara, Sasana Handrawina. Kehadiran mereka disebutkan untuk menyampaikan bahwa acara penobatan tersebut bertentangan dengan komunikasi internal keluarga yang telah disepakati sebelumnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar