Kisah Inspiratif Erna Victoria Noli: Guru Pengasuh 22 Anak Disabilitas di Minahasa

- Senin, 10 November 2025 | 21:12 WIB
Kisah Inspiratif Erna Victoria Noli: Guru Pengasuh 22 Anak Disabilitas di Minahasa
Kisah Inspiratif Erna Victoria Noli: Guru dan Pengasuh Anak Disabilitas di Minahasa

Erna Victoria Noli: Pahlawan bagi Anak Disabilitas di Minahasa

Erna Victoria Noli adalah sosok guru yang luar biasa. Meski namanya mungkin belum dikenal luas, bagi 22 anak di Panti Sosial Disabilitas Victoria, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, ia adalah seorang pahlawan sejati yang hadir membawa cahaya dalam keterbatasan mereka.

Sudah lebih dari lima tahun Erna mendedikasikan hidupnya untuk membimbing dan merawat anak-anak berkebutuhan khusus. Sebagai seorang guru di Sekolah Luar Biasa Bartemeus Manado, ia bersama suaminya memutuskan untuk mendirikan panti sosial ini sebagai wujud nyata kepeduliannya.

Panggilan Hati yang Diwujudkan dengan Tindakan Nyata

Erna bercerita bahwa semua upayanya ini berawal dari dorongan hati yang dalam. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing anak-anak disabilitas. Pada tahun 2020, dengan menggunakan modal dari sertifikasi guru, ia dan suaminya menyewa sebuah rumah dan mengubahnya menjadi panti sosial.

Bagi Erna, panti ini bukan sekadar tempat tinggal. Ini adalah ruang belajar yang dirancang khusus agar anak-anak disabilitas dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter.

Pendidikan Formal dan Keterampilan Hidup

Di Panti Sosial Disabilitas Victoria, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan hidup praktis. Mereka belajar memasak, merapikan rumah, dan merawat diri sendiri.

"Saya ingin mereka bukan hanya pintar secara akademis, tetapi juga mampu mandiri ketika suatu saat tidak lagi tinggal di panti," ujar Erna dengan penuh harap.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Perjalanan Erna dalam mengelola panti ini tidak selalu mulus. Tantangan terbesar adalah memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari dan operasional pendidikan. Namun, keyakinannya yang kuat membuatnya pantang menyerah.

Di masa pandemi COVID-19, mereka mendapatkan donasi yang sangat membantu pembangunan panti agar lebih nyaman serta untuk biaya pendidikan. Kini, Erna bahkan berencana membangun sekolah khusus agar dapat menjangkau lebih banyak anak disabilitas yang membutuhkan.

Dampak Positif bagi Anak Panti

Anastasia Mamuaya, salah satu penghuni panti, membagikan pengalamannya. Menurutnya, Erna telah menjadi sosok orang tua yang penuh kasih sayang dan sangat peduli dengan masa depan mereka.

"Ibu Erna seperti orang tua bagi kami. Ia mengajarkan kemandirian dan membuat kami percaya diri. Berkat bimbingannya, saya bisa lulus kuliah di jurusan Bahasa Inggris," kata Anastasia.

Pendapat serupa disampaikan oleh Diana Rustiani, anak panti asal Sulawesi Tengah yang telah diasuh Erna sejak remaja. Diana merasa perhatian dan kasih sayang yang diberikan Erna telah membantunya dan anak panti lainnya tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri meski dengan segala keterbatasan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar