Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Picu Alzheimer, Ini Cara Mencegahnya
Di era digital, aktivitas duduk dalam waktu lama telah menjadi hal yang biasa. Baik saat bekerja di depan komputer, menonton televisi, atau berselancar di media sosial. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan otak?
Kaitan Antara Duduk Lama dan Risiko Alzheimer
Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan peluang terkena penyakit Alzheimer. Alzheimer sendiri merupakan gangguan otak yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir. Yang mengejutkan, rutin berolahraga setiap hari pun belum cukup untuk menangkal risiko ini jika sisa waktu Anda lebih banyak dihabiskan untuk duduk.
Tubuh memerlukan pergerakan yang konsisten untuk memastikan sirkulasi darah, termasuk ke otak, berjalan dengan optimal. Duduk dalam jangka panjang dapat menghambat aliran darah ini. Padahal, otak sangat bergantung pada pasokan oksigen dan nutrisi yang lancar. Jika pasokan ini terganggu, sel-sel otak berisiko melemah secara bertahap.
Selain itu, gaya hidup sedentari ini juga berdampak negatif pada kesehatan jantung dan metabolisme. Kebiasaan ini dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol, yang merupakan faktor risiko dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Langkah-Langkah Strategis untuk Mencegah Alzheimer
Untuk melindungi kesehatan otak dan mengurangi risiko Alzheimer, berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Tinggalkan Gaya Hidup Tidak Aktif
Langkah pertama dan paling mendasar adalah mengurangi durasi duduk. Sisipkan aktivitas berdiri atau berjalan kaki singkat setiap 30 menit. Gunakan tangga alih-alih lift, atau lakukan peregangan sederhana di sela-sela pekerjaan.
2. Terapkan Pola Makan Sehat untuk Otak
Apa yang Anda konsumsi berdampak langsung pada kesehatan otak. Prioritaskan makanan seperti sayuran hijau, buah beri, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian utuh, serta ikan. Sebaliknya, batasi konsumsi daging merah dan produk susu tinggi lemak seperti keju. Pola makan ini dikenal dapat mendukung fungsi kognitif.
3. Latih dan Tantang Pikiran Anda
Jaga otak tetap aktif dengan kegiatan yang menstimulasi. Ini bisa berupa membaca, memecahkan teka-teki, mempelajari keterampilan baru, atau bermain alat musik. Aktivitas semacam ini membantu membangun cadangan kognitif yang membuat otak lebih tangguh.
4. Jaga Hubungan Sosial
Koneksi sosial yang kuat ternyata baik untuk otak. Aktiflah dalam komunitas, luangkan waktu dengan keluarga dan teman. Interaksi sosial dapat meningkatkan kesehatan kognitif dan mengurangi perasaan kesepian yang merupakan salah satu faktor risiko demensia.
5. Kelola Faktor Risiko Kardiovaskular
Ingatlah bahwa kesehatan jantung dan otak saling terkait. Kelola faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gula darah. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter adalah kunci untuk menjaga kedua organ vital ini.
Dengan memahami risiko duduk terlalu lama dan mengambil langkah proaktif untuk mencegahnya, Anda dapat berinvestasi untuk kesehatan otak jangka panjang dan menurunkan potensi terkena Alzheimer.
Artikel Terkait
Konsolidasi Pendidikan 2026 Hasilkan Sembilan Rekomendasi Strategis
The Changcuters Gelar Tur Konser di Inggris, Realisasi Mimpi Hijrah ke London
Pengadilan Tolak Praperadilan, Status Tersangka Dokter Richard Lee Dikukuhkan
Laporan Forensik Baru Duga Kematian Kurt Cobain Bukan Bunuh Diri