Kekhawatiran tentang rasa sakit saat dijahit setelah melahirkan pervaginam kerap menghantui ibu hamil. Namun, tenaga kesehatan memastikan bahwa prosedur tersebut tidak akan terasa menyakitkan karena dilakukan dengan pembiusan.
Bidan Linda Frihastuti, Bina Maternity Officer, menegaskan bahwa sebelum luka perineum dijahit, ibu akan mendapatkan anestesi lokal. "Proses jahitnya pasti dibius," ujarnya kepada kumparanMOM, Jumat (3/7).
Meski demikian, situasi berbeda terjadi pada tindakan episiotomi atau pengguntingan perineum. Linda menjelaskan, episiotomi dilakukan saat ibu sedang mengejan dan kepala bayi sudah mulai tampak. Tindakan ini biasanya disarankan jika bayi berukuran besar atau kepala bayi sulit turun, untuk mencegah robekan yang lebih parah.
"Jadi pada saat episiotomi ini, 'Mom, kita harus epis ya, kita harus gunting dulu ya karena bayinya besar nih. Atau mungkin kepalanya nggak turun-turun. Izin ya, Mom. Yaudah yuk ngeden yuk'," jelas Linda.
Karena dilakukan saat ibu fokus mengejan, kebanyakan ibu tidak terlalu merasakan nyeri saat episiotomi. Setelah bayi lahir, barulah tenaga kesehatan memberikan anestesi lokal sebelum menjahit robekan atau bekas episiotomi. "Cuma mungkin pada saat melakukan hecting atau penjahitan itu kita pasti akan melakukan anestesi dahulu," sambungnya.
Dengan pembiusan tersebut, proses penjahitan menjadi lebih nyaman. Linda juga menekankan bahwa episiotomi bukan prosedur rutin, melainkan hanya dilakukan jika ada indikasi medis untuk membantu persalinan lebih aman bagi ibu dan bayi.