8 Alat Medis yang Masuk ke Tubuh Ibu Selama Kehamilan hingga Pascapersalinan

- Selasa, 07 Juli 2026 | 14:06 WIB
8 Alat Medis yang Masuk ke Tubuh Ibu Selama Kehamilan hingga Pascapersalinan

Selama menjalani kehamilan, persalinan, hingga masa setelah melahirkan, ada berbagai alat medis yang mungkin digunakan pada tubuh ibu. Setiap alat memiliki fungsi dan tujuan berbeda, mulai dari membantu pemeriksaan, pemasangan kontrasepsi, hingga menangani kondisi tertentu demi menjaga kesehatan ibu dan bayi. Namun, tidak semua ibu akan menjalani seluruh prosedur ini karena penggunaannya selalu disesuaikan dengan kondisi dan indikasi medis masing-masing.

Berikut beberapa alat medis yang mungkin digunakan selama proses menjadi seorang ibu.

Jarum Anestesi Epidural

Jarum anestesi epidural termasuk jarum berukuran besar dengan diameter sekitar 16–18 gauge dan panjang sekitar 4–9 cm. Meski terlihat besar, alat ini berfungsi membantu mengurangi nyeri saat persalinan normal maupun sebagai salah satu metode pembiusan pada operasi caesar. Obat anestesi disuntikkan ke ruang epidural di tulang belakang untuk memblokir sinyal nyeri sehingga ibu dapat menjalani proses persalinan dengan lebih nyaman.

USG Transvaginal

USG transvaginal memiliki probe berdiameter sekitar 2–3 cm yang dimasukkan sekitar 5–7 cm ke dalam vagina. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat kondisi rahim, ovarium, serviks, hingga mendeteksi kehamilan pada usia yang masih sangat dini. Pemeriksaan ini umum dilakukan dan biasanya hanya berlangsung beberapa menit.

Spekulum (Cocor Bebek)

Spekulum atau cocor bebek memiliki panjang sekitar 10–12 cm dengan bukaan sekitar 2–4 cm. Alat ini digunakan untuk membuka dinding vagina sehingga dokter dapat memeriksa serviks dengan lebih jelas. Spekulum juga digunakan saat pemeriksaan pap smear, evaluasi infeksi, hingga pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).

IUD

IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim berbentuk huruf T dengan panjang sekitar 3–3,6 cm. Alat ini dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan dan memiliki efektivitas lebih dari 99 persen. Tergantung jenisnya, IUD dapat digunakan selama 3 hingga 5 tahun bahkan lebih.

KB Implan

KB implan berbentuk batang kecil yang lentur dengan panjang sekitar 4 cm dan diameter sekitar 2 mm. Alat ini ditanam di bawah kulit lengan atas dan bekerja dengan melepaskan hormon secara perlahan untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang.

Kateter Urine

Kateter urine merupakan selang fleksibel yang umumnya berukuran 14–16 French (Fr), di mana 1 Fr setara dengan 0,33 mm. Kateter dipasang untuk mengosongkan kandung kemih, terutama saat operasi caesar atau beberapa waktu setelah tindakan operasi agar proses pemulihan berjalan lebih aman.

Benang Jahit Melahirkan

Setelah persalinan, sebagian ibu memerlukan penjahitan pada robekan jalan lahir atau perineum. Dokter biasanya menggunakan benang yang dapat diserap oleh tubuh sehingga tidak perlu dilepas kembali. Jahitan ini membantu mempercepat proses penyembuhan jaringan.

Tamponade Balon Uterus

Tamponade balon uterus merupakan alat berbentuk kateter panjang dengan balon silikon di bagian ujungnya. Alat ini digunakan pada kondisi perdarahan setelah melahirkan. Balon dimasukkan ke dalam rongga rahim melalui serviks, kemudian dikembangkan untuk memberikan tekanan pada dinding rahim sehingga perdarahan dapat dikendalikan.

Di balik tubuh seorang ibu, ada begitu banyak perjuangan yang sering kali tidak terlihat. Ada pemeriksaan, tindakan medis, rasa tidak nyaman, bahkan prosedur yang mungkin terdengar menakutkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags