Ahli Endokrinologi Bantah Mitos, Penderita Diabetes Masih Boleh Konsumsi Gula dengan Batasan

- Sabtu, 18 April 2026 | 18:40 WIB
Ahli Endokrinologi Bantah Mitos, Penderita Diabetes Masih Boleh Konsumsi Gula dengan Batasan

JAKARTA – Angka-angka terbaru tentang diabetes di Indonesia cukup mencengangkan. Tahun ini, penyandangnya mencapai 20,4 juta orang. Itu artinya, negeri kita ada di peringkat kelima dunia untuk kasus ini. Jelas, ini masalah kesehatan serius yang butuh penanganan dari banyak pihak.

Nah, soal penanganan, ada satu anggapan yang beredar luas di masyarakat. Banyak yang percaya bahwa pasien diabetes harus benar-benar memangkas konsumsi gula, bahkan sampai ke titik nol. Benarkah larangan mutlak itu?

Ternyata, itu cuma mitos. Menurut Prof. Em Yunir, Ketua Umum PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), pasien diabetes sebenarnya masih punya ruang untuk mengonsumsi gula. Kuncinya cuma satu: kontrol.

“Penderita diabetes masih boleh mengonsumsi gula, tapi dengan batasan atau dalam jumlah kecil, masih diperbolehkan. Pasien juga bisa menggunakan pemanis rendah kalori. Gula dalam masakan juga diperbolehkan selama masih dalam jumlah aman,”

Penjelasan itu ia sampaikan saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Prof. Yunir mengingatkan, diabetes muncul karena gabungan faktor gaya hidup dan keturunan. Konsumsi gula berlebihan, tentu saja, jadi pemicu utama yang harus diwaspadai.

Yang mengkhawatirkan, penyakit ini kini tak hanya menyerang kelompok lansia. Usia produktif dan anak-anak pun mulai banyak yang terjangkit. Gaya hidup yang berubah drastis disebut-sebut sebagai biang keladinya.

Di sisi lain, Prof. Yunir menyoroti tren ngopi di kalangan anak muda. Ia mengingatkan, kebiasaan ini bisa jadi bumerang jika tidak hati-hati.

“Kopi tanpa gula bisa jadi proteksi buat jantung. Tapi kalau gulanya tinggi, diminum dua gelas itu kalorinya sudah penuh,”

Ia menekankan, pemahaman dan kedisiplinan pasien adalah kunci utama. Edukasi yang baik akan sangat mendukung kesuksesan terapi.

“Pasien perlu memahami pentingnya pola hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Dengan pengelolaan yang baik, pasien dapat tetap produktif,”

Jadi, intinya bukan larangan total, melainkan mengelola dengan cerdas. Hidup dengan diabetes tetap bisa dijalani dengan baik, asal tahu caranya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar