Menurut sejumlah sumber, sebelumnya brand tersebut sempat bersikukuh tidak akan menghapus konten. Namun begitu, tekanan opini publik rupanya terlalu kuat untuk diabaikan. Mereka akhirnya berbalik haluan.
Dan kemungkinan besar, Marithe Francois Girbaud bukan satu-satunya. Beberapa merek lain juga disebut-sebut mulai mengambil langkah serupa, meski masih diam-diam dan tanpa pengumuman resmi. Situasinya memang sedang runyam.
Lantas, dari mana semua ini berawal? Kasusnya bermula dari penyelidikan otoritas pajak Korea Selatan. Mereka menemukan struktur kontrak yang tidak transparan antara agensi Fantagio dan sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo.
Perusahaan itu diduga kuat sebagai "paper company" atau perusahaan cangkang. Intinya, perusahaan tersebut dinilai tidak memberikan layanan nyata, tapi tetap menerima pembagian keuntungan yang besar. Alhasil, kantor pajak menjatuhkan tagihan pajak tambahan yang nilainya fantastis, lebih dari 20 miliar won.
Ini bukan kasus kecil. Banyak yang menyebut ini sebagai salah satu dugaan penggelapan pajak terbesar yang melibatkan individu di industri hiburan Korsel. Bagi Cha Eun Woo, ujian untuk karier dan citranya terutama di mata publik internasional baru saja dimulai. Berat sekali.
Artikel Terkait
Kreator Konten Prank Jadi Debt Collector Pinjol Ilegal, Tawarkan Bunga 50 Persen
Kuasa Hukum Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV, Tapi Bantah Isinya Perzinaan
Hotel di Rest Area Trans Jawa Siap Layani Pemudik yang Butuh Istirahat
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana