JAKARTA – Fenomena klip film ilegal yang membanjiri media sosial kini jadi sorotan utama Badan Film Nasional (BFN). Bukan cuma satu dua cuplikan, melainkan potongan demi potongan yang disusun rapi, seolah-olah penonton bisa menikmati jalan ceritanya tanpa perlu membayar. Situasi ini, tentu saja, bikin produser film pusing tujuh keliling.
Plt Kepala BFN, Celerina Judisari, tak menyembunyikan kekhawatirannya. Bayangkan saja, para produser masih sibuk menghitung proyeksi pendapatan dari layar lebar, eh, filmnya sudah dibongkar dan disebar luas di platform seperti TikTok atau Instagram.
"Biasanya produser akan bermimpi, nanti uangnya akan kembali dari satu dua tiga dari bioskop admission. Eh, udah dicolong sama klipernya kan? Gitu kan satu. Itu udah sakit nih,"
keluhnya dalam Konferensi Pers Hasil Riset Kerugian Pembajakan Film dan Konten di Indonesia, Kamis (15/1/2025) lalu.
Menurut Celerina, masalahnya justru kian menjadi-jadi saat film resmi pindah ke platform streaming. Kalau di bioskop masih ada batasan teknis, lain cerita saat tayang di layanan OTT seperti Vision , Vidio, atau Netflix.
"Pada saat di bioskop itu masih bisa ditahan," ujarnya. "Tetapi pada saat sudah masuk ke OTT, saat sekali masuk itu dalam sekian detik sudah sampai pada clipper-clipper tadi."
Artikel Terkait
METOO Hadirkan Pasta Gigi dengan Perisai HAP untuk Atasi Gigi Sensitif dan Berlubang
Gunung dalam Mimpi: Simbol Hambatan atau Panggilan Jiwa?
Ketangguhan yang Keliru: Saat Perempuan Terlalu Terbiasa Menahan Sakit
Bahasa Bayi di Media Sosial: Manja atau Kode Kasih Sayang Generasi Muda?