Nah, bagi masyarakat yang masih menyimpan produk dengan nomor bets tersebut, BPOM punya imbauan jelas. Segera hentikan pemakaian. Produk bisa dikembalikan ke tempat pembelian atau dihubungi langsung layanan konsumen Nestlé untuk penukaran.
Di sisi lain, BPOM menegaskan bahwa produk Nestlé lainnya, termasuk varian S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets berbeda, masih aman untuk dikonsumsi. Jadi tak perlu panik berlebihan.
Bagaimana Nestle Menanggapi?
Pihak Nestlé Indonesia sendiri bersikap kooperatif. Mereka menegaskan bahwa produk yang beredar di Indonesia sebenarnya bersih dari kontaminasi. Tapi, demi kehati-hatian, mereka memilih untuk mengikuti arahan BPOM.
Berikut poin-poin yang mereka sampaikan:
- Distribusi produk terdampak telah dihentikan, begitu pula impornya. Mereka juga melakukan penarikan sukarela untuk dua batch yang dimaksud.
- Konsumen yang memiliki produk dengan batch 51530017C2 dan 51540017A1 diminta menghubungi layanan konsumen Nestlé.
Perusahaan meyakinkan publik bahwa produk Nestlé atau Wyeth lainnya, termasuk batch lain dari S-26 Promil, tidak terdampak masalah ini. Komitmen terhadap standar keamanan dan kualitas tertinggi, kata mereka, tetap menjadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Momen Liburan yang Berkilau: Simpan Kenangan dengan Perhiasan Bermakna
Menyusuri Langit Ketujuh: Kisah Perjalanan Agung Isra Miraj dan Titik Awal Sholat Lima Waktu
Malam Isra Miraj 2026: Amalan-Amalan yang Dianjurkan untuk Menyambut Malam Penuh Berkah
Rahasia Panjang Umur Ternyata Ada di Rutinitas Harian yang Sering Diabaikan