Mendengar itu, para kunang-kunang tak tinggal diam. Mereka sepakat membantu. Dengan tubuh mereka yang bercahaya, mereka terbang membentuk sebuah jalur terang. Jalur itu menerangi jalan setapak di hutan yang gelap.
Si Kancil pun mengikuti pancaran cahaya itu, langkah demi langkah dengan hati-hati. Sampai akhirnya, dari kejauhan, ia melihat siluet pohon besar yang tak asing tanda rumahnya sudah dekat.
“Terima kasih,” ucap Si Kancil, senyum lega mengembang di wajahnya. “Tanpa bantuan kalian, aku pasti masih kebingungan di tengah kegelapan ini.”
Para kunang-kunang lalu berpamitan. Mereka kembali ke posisinya, menjadi penjaga malam yang setia, menerangi hutan dengan caranya yang sunyi.
Sejak kejadian itu, Si Kancil mengambil pelajaran berharga. Ia tak lagi sembarangan berjalan sendirian tanpa pamit. Dan yang utama, ia belajar untuk selalu menghargai bantuan, sekecil apa pun bentuknya.
Pesan Moral
Inti dari cerita ini sederhana: meminta dan menerima bantuan itu bukan aib. Jangan pernah ragu untuk minta tolong. Seringkali, kebaikan kecil dari orang lain justru jadi penyelamat di saat kita paling butuh.
Artikel Terkait
Tracksuit Maduro Ludes Terjual Usai Foto Penangkapan Viral
Scorpio Januari 2026: Cinta Butuh Komunikasi, Karier Siap Melesat
Manohara Bongkar Pernikahan di Usia 15: Bukan Hubungan, Tapi Paksaan
Perempuan yang Berani: Hidup Tenang sebagai Bentuk Perlawanan