Mengutip laman Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, rutin mengonsumsi tempe bisa memberi banyak keuntungan. Sistem imun tubuh bisa meningkat, berkat duet probiotik dan antioksidan isoflavon. Untuk tulang, tempe juga punya peran. Kandungan kalsium dan vitamin K-nya cukup untuk membantu mencegah osteoporosis.
Masalah pencernaan seperti diare? Kandungan antibakteri alaminya bisa mengatasinya. Sementara sifat antioksidan dan antiinflamasinya bekerja menjaga kesehatan jantung. Bahkan, tempe dikenal bisa menurunkan kolesterol, yang artinya ikut mencegah penyakit jantung koroner.
Serat pangannya menjaga kesehatan usus dan menekan risiko kanker usus. Isoflavonnya sendiri berperan dalam pencegahan kanker. Jangan lupa, ada zat besi, protein, vitamin B12, dan asam folat yang membantu mencegah anemia. Bagi yang khawatir dengan gula darah, tempe bisa membantu menjaga kadarnya tetap stabil, mengurangi risiko diabetes.
Yang menarik, tempe juga dikaitkan dengan pencegahan asma. Serat pangan dan asam lemak tidak jenuh esensial di dalamnya mampu meredakan peradangan di saluran pernapasan dan memperkuat imun paru-paru.
Dengan sederet manfaat luar biasa itu, wajar jika tempe tak lagi dipandang sebagai makanan tradisional biasa. Ia adalah aset pangan sehat Indonesia yang siap go global.
Artikel Terkait
Tracksuit Maduro Ludes Terjual Usai Foto Penangkapan Viral
Scorpio Januari 2026: Cinta Butuh Komunikasi, Karier Siap Melesat
Manohara Bongkar Pernikahan di Usia 15: Bukan Hubungan, Tapi Paksaan
Perempuan yang Berani: Hidup Tenang sebagai Bentuk Perlawanan