Pemahaman konseptual tentang aturan, lanjutnya, biasanya baru benar-benar berkembang saat anak menginjak usia sekitar 8 tahun atau lebih. Jadi, untuk anak di bawah itu, orang tua tak perlu repot-repot membuat penjelasan yang berbelit.
Di sisi lain, langkah yang jauh lebih efektif adalah dengan menggunakan kalimat sederhana dan konkret. Misalnya, "Kalau sekolah, kita berangkat pagi. Kalau sudah siang, sekolahnya sudah selesai."
Kalimat seperti itu lebih mudah dicerna. Sebab, bagi balita, inti dari disiplin bukanlah menaati aturan tertulis. Melainkan tentang tiga hal: mengenal waktu, membentuk kebiasaan rutin, dan memahami batas-batas yang sederhana.
Kuncinya ada pada konsistensi. Orang tua dianjurkan untuk mengulang kalimat pendek dan jelas itu setiap hari. Pendekatan sederhana namun konsisten ini membantu anak merasa nyaman dengan rutinitasnya, tanpa terbebani oleh konsep aturan yang masih terlalu berat untuk dipahami.
"Konsistensi orang tua jauh lebih penting daripada penjelasan panjang," tutup Mutiara menegaskan.
Artikel Terkait
Perempuan yang Berani: Hidup Tenang sebagai Bentuk Perlawanan
Kesendirian di Tengah Keramaian: Saat Dunia Terhubung, Hati Justru Terasing
Amnesia di VISION+: Cinta, Pengkhianatan, dan Rahasia yang Membangkitkan Ingatan
Biola dan Ancaman: Gugatan Mencekam Brian King Joseph terhadap Will Smith