Tiga Toga, Satu Keluarga: Kisah Wisuda Bersama di Fakultas Hukum UB

- Minggu, 28 Desember 2025 | 13:15 WIB
Tiga Toga, Satu Keluarga: Kisah Wisuda Bersama di Fakultas Hukum UB

JAKARTA – Bayangkan suasana wisuda itu. Biasanya, orang tua yang berdiri bangga di samping anak mereka. Tapi di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, ada pemandangan langka: tiga orang sekeluarga, mengenakan toga, diwisuda bersama. Mereka adalah Dr. Elisatin Ernawati, S.H., M.Kn., Dr. Ahmad Syaifudin, S.H., M.H., dan putri mereka, Salma Sari Dewi, S.H.

Bagi Elisatin, momen ini bukan sekadar seremoni. Ia menyebutnya sebagai kristalisasi dari perjalanan akademik yang sulit. Bayangkan saja, mereka bertiga harus berjibaku dengan tumpukan buku dan penelitian, membagi waktu dan energi yang terbatas. Sang orang tua mengejar gelar doktor, sementara sang anak menyelesaikan strata satu. Prosesnya panjang dan melelahkan.

“Ketika kami bertiga akhirnya bisa menyelesaikan studi dan lulus bersama, itu adalah momen yang paling menakjubkan, hadiah tak ternilai dari Allah SWT,”

katanya, penuh syukur.

Di sisi lain, kebahagiaan ini punya latar yang sedikit getir. Mereka justru saling menjadi sandaran. Orang tua dari suaminya telah tiada, sementara orang tuanya sendiri sedang sakit. Jadi, dalam ruang sidang yang ramai itu, mereka bertigalah yang menjadi sistem pendukung utama satu sama lain. “Kami mengabadikan momen ini dengan rasa syukur,” ujar Elisatin.

Pengalaman ini membuatnya yakin betul akan satu hal: peran keluarga itu krusial. Menurut Elisatin, komunikasi yang baik adalah kuncinya. Sekalipun orang tua sibuk, dengan komunikasi yang tepat, mahasiswa bisa lebih fokus, lulus tepat waktu, bahkan meraih prestasi.

Ia punya pesan untuk para orang tua di luar sana.

“Mari kita lebih memperhatikan prestasi akademik dan keterampilan anak-anak kita selama masa kuliah,”

sarannya. Masa-masa itu, baginya, adalah fondasi penting untuk kesuksesan mereka kelak.

Jadi, wisuda keluarga ini lebih dari sekadar cerita unik. Ini adalah kisah tentang ketekunan, dukungan, dan tentang bagaimana sebuah keluarga menapaki jalan ilmu, beriringan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar