Waspada, HPV Mengintai di Toilet Umum hingga Pegangan Pintu

- Selasa, 25 November 2025 | 14:48 WIB
Waspada, HPV Mengintai di Toilet Umum hingga Pegangan Pintu
HPV Bukan Hanya Soal Seksual

Banyak orang tua masih mengira HPV cuma urusan orang dewasa dan aktivitas seksual. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Penularannya ternyata jauh lebih mudah dan bisa terjadi di tempat-tempat yang akrab dengan keseharian anak-anak.

Menurut Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A (K), seorang dokter spesialis anak, sumber penularan HPV tidak melulu dari kontak seksual. Virus ini ternyata bisa bersembunyi di berbagai ruang publik yang kita gunakan sehari-hari.

“Jadi kalau dalam rahim perempuan-perempuan itu ada virus, maka ini bisa keluar kapan saja. Pada waktu menstruasi, pada waktu pemeriksaan leher rahim,” jelasnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (17/11).

HPV Bisa Menular dari Tempat Umum

Yang bikin ngeri, ada temuan terbaru dari China pada Mei 2025. Survei di 360 lokasi publik menunjukkan betapa gampangnya virus ini menempel di permukaan benda.

“Di toilet jongkok ada 53,3 persen, di wastafel 14,2 persen, di pegangan pintu 5 persen. Di puskesmas 14,4 persen, di ruang sakit umum ada 38,9 persen,” tambah Prof. Soedjatmiko.

Angka-angka itu menunjukkan satu hal: permukaan yang sering dipegang anak-anak mulai dari toilet sekolah, wastafel, hingga pegangan pintu di taman bermain bisa jadi sumber paparan. Bahkan, konsentrasi virusnya cukup tinggi.

“Konsentrasi virusnya cukup tinggi. Artinya gampang bisa menular. Dan virusnya ada jenis virus yang berisiko menimbulkan kanker. Bisa menetap selama 7 jam,” tegasnya.

Dengan fakta ini, orang tua diharap bisa lebih waspada. Jaga kebersihan anak, pastikan vaksinasi HPV diberikan tepat waktu, dan tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan di ruang publik. Ingat, langkah pencegahan sejak dini bisa jadi tameng terbaik untuk masa depan mereka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar