Uji Coba B50: Dampak pada Filter & Daya Mesin, plus Usul Tambahan Anggaran BGN Rp 28,63 T

- Kamis, 13 November 2025 | 06:12 WIB
Uji Coba B50: Dampak pada Filter & Daya Mesin, plus Usul Tambahan Anggaran BGN Rp 28,63 T
Hasil Uji Coba B50 & Tambahan Anggaran BGN: Analisis Terkini

Uji Coba Biodiesel B50 Tunjukkan Dampak pada Filter dan Daya Mesin, Sementara BGN Ajukan Tambahan Anggaran Besar

Hasil awal pengujian biodiesel dengan campuran 50 persen atau B50 menjadi sorotan. Temuan awal menunjukkan potensi filter kendaraan yang lebih cepat rusak dan sedikit penurunan daya mesin jika dibandingkan dengan B40. Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) juga menarik perhatian dengan mengajukan permintaan tambahan anggaran yang signifikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Menteri Keuangan.

Analisis Mendalam Hasil Uji Coba Biodiesel B50

Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE, memaparkan bahwa uji coba awal B50 dilakukan di laboratorium Lemigas. Hasil pengujian mengungkap bahwa umur pakai filter cenderung lebih pendek. Sebagai contoh, filter yang biasanya bertahan tiga bulan dapat berkurang menjadi sekitar dua bulan, menunjukkan penurunan performa filter sekitar 10 hingga 20 persen.

Selain itu, daya mesin yang dihasilkan dari penggunaan B50 juga dilaporkan lebih rendah, dengan perkiraan penurunan antara 10 sampai 20 persen dibandingkan dengan performa B40. Pengujian komprehensif ini mencakup analisis karakteristik bahan bakar, chassis dynamometer, uji penyumbatan filter, serta stabilitas penyimpanan.

Untuk mencapai komposisi optimal, solar dengan kadar sulfur rendah diidentifikasi sebagai komponen yang paling ideal dalam campuran B50. Beberapa komposisi campuran yang diuji meliputi kombinasi FAME dan HVO, serta FAME murni.

Rencana ke depan melibatkan uji coba lapangan atau road test yang direncanakan berlangsung selama enam bulan. Uji coba ini akan menilai berbagai aspek, termasuk kelayakan pendanaan, ketersediaan bahan baku CPO, dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Permintaan Tambahan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis oleh BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) mengajukan permohonan tambahan anggaran sebesar Rp 28,63 triliun. Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, kebutuhan ini mendesak seiring dengan peningkatan penyerapan program MBG yang signifikan menjelang akhir tahun.

Dadan memproyeksikan adanya penyerapan anggaran tambahan sekitar Rp 29,5 triliun, yang akan dialokasikan dalam beberapa tahap hingga akhir Desember 2025. Dengan tambahan ini, total anggaran yang dibutuhkan BGN untuk tahun berjalan diperkirakan mencapai sekitar Rp 99 triliun.

Data terbaru menunjukkan bahwa realisasi anggaran bantuan pemerintah untuk program MBG telah mencapai Rp 36,23 triliun dari total alokasi awal sebesar Rp 51,2 triliun. Dengan proyeksi tambahan tersebut, masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp 14,53 triliun yang perlu dicari solusinya.

Selain itu, BGN juga merencanakan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 8.000 lokasi di daerah terpencil. Inisiatif strategis ini memerlukan dukungan anggaran sekitar Rp 14,1 triliun untuk memastikan akses gizi yang merata.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar