IHSG Menguat ke Level 8.388, Sektor Infrastruktur dan Non-Siklikal Jadi Penyokong
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan pada Rabu dengan catatan positif. IHSG menguat sebesar 0,26 persen atau setara dengan 22,05 poin, mengakhiri sesi di level 8.388. Aktivitas perdagangan terlihat cukup dinamis dengan total volume perdagangan mencapai 51,32 miliar saham. Nilai transaksi yang terjadi tercatat senilai Rp22,34 triliun melalui 2,68 juta kali frekuensi transaksi.
Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung positif dengan 343 saham mengalami kenaikan harga. Di sisi lain, 323 saham tercatat melemah, sementara 147 saham lainnya stagnan atau harganya tidak berubah.
Analisis Kinerja Sektor Saham
Penguatan IHSG hari ini didorong oleh kinerja beberapa sektor kunci. Berikut adalah ringkasan performa berbagai sektor saham:
Sektor Penguat (Zona Hijau)
- Sektor Non-Siklikal: Meraih kenaikan tertinggi sebesar 1,63%.
- Sektor Infrastruktur: Menguat signifikan sebesar 1,56%.
- Sektor Transportasi: Naik sebesar 1,47%.
- Sektor Properti: Tumbuh 1,03%.
- Sektor Industri: Mencatat kenaikan 0,57%.
- Sektor Siklikal: Mengalami kenaikan tipis 0,15%.
Sektor yang Terkoreksi (Zona Merah)
- Sektor Kesehatan: Mengalami penurunan terdalam sebesar 1,06%.
- Sektor Energi: Turun 0,52%.
- Sektor Bahan Baku: Terkoreksi 0,34%.
- Sektor Teknologi: Sedikit melemah 0,14%.
- Sektor Keuangan: Turun tipis 0,02%.
Top Gainers dan Top Losers Saham Hari Ini
Saham Unggulan (Top Gainers)
Beberapa saham menunjukkan performa luar biasa dengan menjadi pengerek indeks utama:
- TRON (PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk): Melonjak 34,62% ke level Rp105.
- BELL (PT Trisula Textile Industries Tbk): Naik tajam 34,38% menjadi Rp86.
- KBLV (PT First Media Tbk): Menguat 25,79% ke posisi Rp200.
Saham yang Tertekan (Top Losers)
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan jual yang cukup signifikan:
- KOBX (PT Kobexindo Tractors Tbk): Terjun 14,88% ke level Rp206.
- DEWA (PT Darma Henwa Tbk): Melemah 6,28% menjadi Rp418.
- FIRE (PT Alfa Energi Investama Tbk): Turun 5,15% ke posisi Rp92.
Dengan analisis ini, terlihat bahwa pasar saham masih menawarkan peluang dengan volatilitas yang perlu diwaspadai. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan sektor-sektor unggulan dan kondisi makro ekonomi.
Artikel Terkait
Trump Naikkan Tarif Global AS Jadi 15% Usai Putusan MA
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India
Harga Emas Melonjak Didorong Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Trump
OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Praktik Goreng Saham Berevolusi