Edukasi Keuangan Negara Serentak untuk 30 Ribu Pelajar Kalteng
Sebanyak 30 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Tengah mengikuti program edukasi pengelolaan keuangan negara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kemenkeu Mengajar 10 yang digelar serentak secara virtual.
Program yang dipusatkan di SMA Negeri 4 Palangka Raya ini berhasil menjangkau puluhan ribu peserta secara langsung. Ini menjadi salah satu capaian terbesar untuk edukasi keuangan negara di Indonesia.
Menanamkan Nilai Transparansi Sejak Dini
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menekankan pentingnya menanamkan kesadaran tentang uang negara kepada pelajar. Menurutnya, uang negara adalah milik publik yang harus dikelola dengan prinsip kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab.
"Kami ingin siswa belajar bagaimana uang negara dikelola dengan benar. Kami juga terbuka untuk siapa pun yang ingin ikut mengajar dan memperkaya proses pembelajaran di sekolah," ujar Reza.
Kemenkeu Mengajar: Memperkenalkan APBN dengan Cara Menarik
Kepala Perwakilan Kemenkeu Kalteng, Herry Hermawan, menjelaskan bahwa Kemenkeu Mengajar telah berjalan sejak 2016. Program ini bertujuan memperkenalkan fungsi keuangan negara secara sederhana dan menarik kepada pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
"Kami ingin anak-anak memahami apa itu APBN, bagaimana uang negara dikelola, dan mengapa penting menghargai setiap rupiah yang digunakan. Uang negara adalah tanggung jawab kita bersama," jelas Herry.
Antusiasme Tinggi dari Siswa dan Sekolah
Kepala SMAN 4 Palangka Raya, Sudiro, menyambut baik inisiatif tersebut. "Ini kehormatan bagi kami karena pelaksanaannya melibatkan seluruh sekolah se-Kalteng. Kami berharap ke depan lebih banyak instansi yang bisa berbagi ilmu di dunia pendidikan," ujarnya.
Para peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi. Christian Harten, salah satu siswa, mengaku mendapatkan wawasan baru dengan cara yang menyenangkan. Sementara Anggelina Christy O.H menilai para pengajar dari Kemenkeu sangat interaktif dan mudah didekati.
Kolaborasi antara Kemenkeu dan Dinas Pendidikan Kalteng ini membuktikan bahwa edukasi keuangan negara dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan interaktif. Literasi fiskal menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda Indonesia yang bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Pasar Saham AS Lesu Usai Libur, Investor Awasi Data Ekonomi
Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara
Bea Cukai Banten Resmikan NICE PIK 2 Sebagai Tempat Pameran Berikat
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham