Sentimen Konsumen AS Anjlok ke Level Terendah, Dampak Government Shutdown dan Inflasi
Sentimen konsumen Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan tajam mendekati level terendah sepanjang sejarah. Krisis kepercayaan ini dipicu oleh kekhawatiran akan dampak government shutdown dan tekanan harga tinggi yang membebani keuangan rumah tangga.
Indeks Sentimen Konsumen AS Merosot Tajam
Data terbaru menunjukkan indeks sentimen konsumen AS pada awal November anjlok 3,3 poin menjadi 50,3. Angka ini hanya sedikit di atas rekor terendah Juni 2022 yang merupakan level terburuk sejak pencatatan dimulai pada tahun 1978. Penurunan ini lebih buruk dari semua perkiraan analis sebelumnya.
Dampak Government Shutdown dan Kondisi Ekonomi Saat Ini
Ukuran kondisi ekonomi saat ini merosot 6,3 poin ke level terendah sepanjang masa di 52,3. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kecemasan konsumen terhadap dampak government shutdown yang berkepanjangan. Krisis kepercayaan terjadi secara merata di semua kelompok usia, tingkat pendapatan, dan afiliasi politik.
Ekspektasi Inflasi dan Tekanan Harga
Meskipun keluhan spontan tentang harga tinggi meningkat selama lima bulan berturut-turut, ekspektasi inflasi jangka panjang justru mereda. Konsumen memperkirakan kenaikan biaya hidup pada tingkat tahunan 3,6% untuk 5-10 tahun ke depan, yang merupakan level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Kekhawatiran Pasar Tenaga Kerja Meningkat
Data Federal Reserve Bank of New York mengkonfirmasi peningkatan kecemasan terhadap pasar kerja. Kemungkinan kehilangan pekerjaan dalam setahun ke depan meningkat menjadi 43% pada Oktober, level tertinggi sejak April. Survei Universitas Michigan juga mencatat 71% responden memperkirakan pengangguran akan meningkat tahun depan, lebih dari dua kali lipat angka tahun lalu.
Prospek Pengeluaran Konsumen
Meskipun sentimen konsumen berada pada level rendah, para ekonom memperkirakan pengeluaran konsumen tetap akan tumbuh cukup sehat. "Hubungan antara sentimen dan pengeluaran telah melemah dalam beberapa tahun terakhir," jelas Thomas Ryan, ekonom dari Capital Economics.
Kondisi keuangan pribadi saat ini tercatat pada level terendah dalam enam tahun, sementara persepsi terhadap pembelian barang-barang mahal merupakan yang terburuk sejak pertengahan 2022. Kombinasi government shutdown, tekanan inflasi, dan kekhawatiran pasar tenaga kerja terus membebani prospek ekonomi AS dalam jangka pendek.
Artikel Terkait
Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara
Bea Cukai Banten Resmikan NICE PIK 2 Sebagai Tempat Pameran Berikat
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Dongkrak Likuiditas Saham