Menteri Amran menegaskan bahwa selama ini hanya segelintir pihak yang mampu mengendalikan harga di industri peternakan nasional. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi stabilitas pangan karena harga dapat dimanipulasi secara sepihak.
Pemerintah berkomitmen menata ulang sistem dengan membangun mekanisme baru yang lebih transparan. Fokusnya adalah menjaga harga pakan, yang merupakan komponen biaya terbesar bagi peternak, agar tetap stabil dan terjangkau.
Pemerintah sebagai Pelayan, Bukan Pesaing Peternak
Amran menekankan bahwa pemerintah tidak sedang membangun pesaing bagi peternak kecil. Sebaliknya, penguatan sektor hulu oleh BUMN justru bertujuan untuk mempermudah akses peternak terhadap kebutuhan pokok seperti pakan murah, vaksin, dan DOC (day-old chick).
Dengan peran BUMN di hulu dan peternak rakyat di hilir, kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah, membantu, dan menguatkan peternak kecil di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi