Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk Masyarakat Kurang Mampu
Program BPBL terus menunjukkan progres signifikan dengan realisasi 135.482 rumah tangga terpasang hingga September 2025, mencapai 63% dari target 215.000 rumah tangga di tahun ini. Sejak diluncurkan tahun 2022, program ini telah menyambungkan listrik ke 155.429 rumah tangga di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung program BPBL. "PLN memastikan seluruh proses berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan," tegas Darmawan.
Strategi Menuju Elektrifikasi 100% yang Berkelanjutan
Pusat Kajian Ketahanan Energi UI menilai target rasio elektrifikasi 100% pada 2030 cukup realistis dengan catatan memperhatikan aspek keberlanjutan dan keterjangkauan. Ali Ahmudi, Ketua Puskep UI, menekankan pentingnya pendekatan energi terdesentralisasi seperti PLTS komunal, mikrohidro, dan biomassa yang disesuaikan dengan potensi lokal.
Pemerintah telah meresmikan berbagai pembangkit EBT, termasuk PLTMH Wairara di Sumba Timur dan PLTMH Anggi di Papua Barat. Ke depan, fokus tidak hanya pada angka capaian tetapi juga kualitas layanan dan keandalan pasokan listrik 24 jam yang stabil di seluruh wilayah Indonesia.
Artikel Terkait
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Multipolar Technology Usai Anjlok 76%
Tambang Nikel Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Usai Kecelakaan Kerja Tewaskan Pekerja
Harga Emas Anjlok 2,84%, Tertekan Dolar AS dan Ketegangan Timur Tengah
Harga Minyak Melonjak Lagi Usai Harapan Damai Timur Tengah Meredup