Analisis Saham Consumer Goods: Rekomendasi & Potensi Cuan Q4 2025
Kinerja sektor consumer goods atau barang konsumsi menunjukkan tren positif di pasar saham Indonesia sepanjang bulan terakhir. Analis pasar modal mengidentifikasi sejumlah saham yang tidak hanya mencetak kenaikan tajam tetapi juga dinilai masih menyimpan potensi penguatan lebih lanjut, didorong oleh stimulus pemerintah dan perbaikan daya beli masyarakat.
Top Gainers Saham Consumer Goods
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menjadi pemuncak dengan kenaikan luar biasa sebesar 146,06% dalam satu bulan, menjadikannya top gainer di sektor ini. Kinerja COCO bahkan melampaui emiten besar seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang naik 46,59% dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang menguat 32,96%.
Berikut daftar saham consumer goods dengan kinerja mengesankan lainnya:
- PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ): 22,35%
- PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY): 21,96%
- PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN): 18,75%
- PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM): 16,85%
- PT Akasha Wira International Tbk (ADES): 16,82%
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): 15,71%
- PT HM Sampoerna Tbk (HMSP): 10,98%
Rekomendasi Analis untuk Saham Consumer Goods
William Hartanto, Founder WH Project, menegaskan bahwa sektor consumer goods sedang menarik minat investor. "Secara teknikal dalam tren menguat," ujarnya. William merekomendasikan untuk membeli saham UNVR, GGRM, HMSP, WIIM, dan COCO.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh juga melihat adanya pergeseran minat investor ke sektor konsumsi dan ritel. Ia menyoroti data S&P Global Indonesia Manufacturing PMI yang mencapai 51,2 sebagai sinyal ekspansi aktivitas manufaktur dan peningkatan daya beli. Michael menambahkan bahwa secara teknikal, saham-saham seperti UNVR, HMSP, MAPI, dan TLKM mulai menunjukkan tanda pembalikan arah (reversal).
Dampak Stimulus Pemerintah terhadap Daya Beli
Indo Premier Sekuritas dalam risetnya menilai program bantuan sosial tunai pemerintah senilai Rp31,9 triliun pada Oktober-Desember 2025 berpotensi kuat mengerek kembali daya beli masyarakat. Bantuan tunai sebesar Rp300.000 per bulan untuk 35,4 juta penerima ini dinilai lebih efektif mendorong konsumsi dibandingkan bantuan non-tunai.
Dengan kombinasi bantuan sosial ini dan momentum persiapan Lebaran 2026 yang lebih awal, Indo Premier memperkirakan penjualan domestik barang konsumsi akan menguat pada akhir tahun 2025.
Prospek Margin Perusahaan Consumer Goods
Tekanan biaya bahan baku diperkirakan mereda. Harga komoditas seperti kopi, kakao, gula, dan minyak mentah Brent turun lebih dari 20% secara tahunan, sementara harga CPO hanya naik tipis 3,8%. Kondisi ini dinilai akan membantu margin produsen seperti Kalbe Farma (KLBF) dan Mayora (MYOR).
Rekomendasi Saham Pilihan dari Sekuritas
Indo Premier Sekuritas:
Meski memberi rekomendasi neutral untuk sektor secara keseluruhan, urutan saham pilihan mereka adalah KLBF, MYOR, ICBP, UNVR, dan SIDO.
CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI):
CGSI memperkirakan stimulus pemerintah senilai USD1,9 miliar akan mendongkrak konsumsi rumah tangga di kuartal IV-2025. Saham pilihan utama mereka meliputi:
- Unilever Indonesia (UNVR) dengan dividend yield menarik 11%.
- Pengelola Alfamart (AMRT) dengan prospek laba di atas konsensus.
- Cimory (CMRY) yang diproyeksi tumbuh 11% hingga 2027.
- Mayora (MYOR), Indofood CBP (ICBP), dan Mitra Adiperkasa (MAPI).
Namun, analis mengingatkan untuk mewaspadai risiko seperti potensi PHK lanjutan dan realisasi belanja pemerintah yang lebih lambat dari perkiraan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah, Sektor Teknologi Tertekan oleh Kekhawatiran AI dan Data Pasar Tenaga Kerja
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal, Naikkan Batas Free Float Jadi 15%
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah