Sementara itu, RATU sedang dalam fase penting dengan rencana ekspansi di sektor energi. Perusahaan sedang mengkaji akuisisi tiga lapangan migas potensial selain Blok Kasuri. Realisasi akuisisi ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi perusahaan.
Katalis tambahan untuk RATU adalah masuknya saham tersebut dalam indeks global MSCI small caps. Inklusi ini membuka peluang lebih besar bagi investor asing untuk menjadikan RATU sebagai bagian dari portofolio investasi mereka.
Kinerja Saham pada 2025
Hingga Selasa (4/11/2025), saham BUVA berhasil mencetak kenaikan 1.470 persen ke level Rp780 per saham sepanjang 2025. Sementara saham RATU tercatat melejit lebih dari 600 persen dalam periode yang sama, menunjukkan momentum positif yang kuat dari kedua emiten ini.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan analisis mendalam sebelum melakukan pembelian atau penjualan saham.
Artikel Terkait
OJK Beri Tenggat 2029, Emiten Wajib Genjot Free Float ke 15 Persen
Guncang Pasar, Kuota Batu Bara 2026 Dipangkas Hingga 70 Persen
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia