Kinerja ABM Investama (ABMM) Kuartal III 2025: Laba Bersih Tembus Rp695 Miliar

- Senin, 03 November 2025 | 10:05 WIB
Kinerja ABM Investama (ABMM) Kuartal III 2025: Laba Bersih Tembus Rp695 Miliar

Kinerja ABM Investama (ABMM) Hingga September 2025: Laba Bersih Capai Rp695 Miliar

PT ABM Investama Tbk (ABMM) melaporkan pencapaian kinerja keuangannya hingga kuartal ketiga tahun 2025. Perusahaan tambang batu bara dari Trakindo Group ini berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 42,4 juta, yang setara dengan Rp695 miliar.

Perbandingan Kinerja Kuartalan dan Tahunan

Meskipun laba bersih tahunan hingga September 2025 tercatat turun 62% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 (USD 111,9 juta), terjadi perbaikan kinerja yang signifikan secara kuartal. Laba bersih ABMM mengalami pertumbuhan sebesar 130%, melonjak dari Rp104 miliar menjadi Rp240 miliar.

Pendapatan dan Tantangan Operasional

Hingga kuartal III-2025, ABM Investama mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar USD 781,6 juta. Angka ini mengalami penurunan 12,5% year-on-year (yoy), didorong oleh pelemahan harga batu bara di pasar global. Adjusted EBITDA perusahaan juga turun 40% yoy menjadi USD 280,7 juta.

Kinerja operasional perseroan pada tahun 2025 turut dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas dan kondisi cuaca ekstrem di area operasi. Sebagai respons, manajemen mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Struktur Keuangan yang Tetap Solid

Di tengah tantangan pasar, ABM Investama menjaga fundamental keuangan yang kuat. Perusahaan memiliki neraca yang solid dengan posisi aset USD 2,13 miliar. Tingkat liabilitas tercatat sebesar USD 1,32 miliar (turun 7,8%), sementara ekuitas mengalami kenaikan 5,4% menjadi USD 820,7 juta.

Kinerja Operasional dan Rencana Strategis Jangka Panjang

Dari sisi operasi, volume pengupasan tanah (overburden removal) turun 12% menjadi 178,6 juta bank cubic meter (Mbcm). Volume produksi batu bara juga mengalami penurunan 14% menjadi 24,8 juta ton. Pada segmen perdagangan bahan bakar, realisasi turun 14% menjadi 282 juta liter, meski perusahaan mempertahankan tingkat pengiriman tepat waktu (on-delivery) di level 94%.

Ke depan, ABM Investama, yang sahamnya juga dimiliki oleh investor legendaris Lo Kheng Hong, berkomitmen pada inisiatif strategis jangka panjang. Fokus utama adalah stabilisasi operasi pertambangan dan ekspansi ke bisnis non-batu bara untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Komentar