Prasetyo Hadi juga menuturkan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Kepala Badan Pengelola Investasi PT Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani untuk menghitung sisa utang tersebut.
Tim ini tidak hanya bertugas menghitung, tetapi juga diminta untuk mencari solusi guna memperpanjang durasi atau masa pembayaran sisa utang proyek Kereta Cepat Whoosh.
"Menghitung lagi detilnya, kemudian opsi-opsi untuk meminta, misalnya, perpanjangan masa pinjaman, itu bagian nanti dari skenario-skenario skema yang terbaik," pungkasnya.
Redaktur: Rah Mahatma Sakti
Reporter: Ryana Aryadita Umasugi
Artikel Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk Impor China di E-Commerce
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng