Digitalisasi Jadi Kunci Utama Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Menurut BI
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan daerah merupakan faktor kunci untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini disampaikan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit & Expo 2025 di Jakarta.
Sebagai langkah konkret, BI sedang mempersiapkan peluncuran katalis Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (PPDD). Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong optimalisasi transaksi pemerintah daerah, terutama dalam situasi alokasi APBD yang mengalami penurunan.
Strategi Bank Indonesia untuk Memperkuat Ekosistem Digital Daerah
Bank Indonesia telah menyusun tiga strategi utama untuk memperkuat transaksi digital di daerah:
1. Inovasi dan Akseptasi Digital
Strategi ini fokus pada mendorong inovasi produk dan model bisnis pembayaran digital. Selain itu, juga mencakup penguatan manajemen risiko, perlindungan konsumen, dan peningkatan literasi digital melalui kolaborasi antara Satgas PPDD, TPPDD, dan industri sistem pembayaran.
2. Penguatan Infrastruktur Sistem Pembayaran
BI berkomitmen untuk membangun infrastruktur pembayaran yang stabil, modern, dan memenuhi standar internasional. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung prinsip 3i: interkoneksi, interoperability, dan integrasi, baik pada infrastruktur BI maupun industri.
3. Konsolidasi Industri
Strategi ketiga adalah memperkuat peran perbankan, khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD), sebagai lembaga keuangan utama dalam digitalisasi pembayaran di daerah. Hal ini termasuk pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang lebih efisien.
Menurut Fili, riset BI telah membuktikan bahwa implementasi digitalisasi terbukti mampu meningkatkan PAD secara signifikan. Dengan memanfaatkan teknologi, pemerintah daerah dapat memperluas basis pendapatan dan memperkuat tata kelola keuangan daerah secara keseluruhan.
Artikel Terkait
United Tractors Catat Transaksi Afiliasi, Anak Usaha Beri Pinjaman Rp1,1 Triliun
IHSG Rawan Koreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Buy on Weakness BREN, INCO, dan MBMA
Priyono Sugiarto Borong 675 Ribu Saham Astra International Senilai Rp3,2 Miliar
J.P. Morgan Pangkas Proyeksi Harga Minyak Brent Akhir 2026 Jadi USD78 Per Barel